Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Sibuk Lerai 2 Anak Berkelahi, Tahunya Putra Keenam Tertinggal di Rest Area

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 1 Agustus 2019 10:12
Sibuk Lerai 2 Anak Berkelahi, Tahunya Putra Keenam Tertinggal di Rest Area
Menghadapi tujuh orang anak memang tak mudah.

Dream - Sebagai orang tua, kehilangan anak dalam beberapa menit akan khawatir. Tapi, sepasang orang tua di Malaysia, lupa membawa anaknya pulang ke rumah.

Sang anak tertinggal di tempat istirahat, rest area, di Ayer Keroh, Malaka, Malaysia. Peristiwa itu terjadi Selasa, 30 Juli 2019.

" Aku baru tersadar anakku tak di mobil, aku kaget, dan panik," kata Iza, ibu sang bocah, dilaporkan World of Buzz, Rabu, 31 Juli 2019.

Iza mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika keluarga mereka berhenti di rest area untuk menunaikan sholat Maghrib. Iza dan suaminya bergiliran saat makan untuk memantau anak-anak mereka.

Mereka sedang dalam perjalanan kembali dari Kuala Lumpur ke Malaka.

“ Setelah saya selesai makan, saya langsung meminta mereka untuk kembali. Pada saat yang sama, anak-anak keempat dan kelima kami berkelahi, menangis dan berlarian. Itu membuat situasinya agak sibuk,” kata Iza.

 

1 dari 8 halaman

Ternyata Tak Ikut Pulang

Mereka tidak menyadari bahwa anak keenam yang berusia 3 tahun tidak di dalam mobil. Bocah itu duduk di seluncuran di taman bermain dekat rest area.

Menurut Iza, sepanjang perjalanan 30 kilometer, dia mengira putranya duduk di belakang mobil karena sepertinya dia mendengar suaranya. Mereka tidak melihat sesuatu yang luar biasa sampai mereka tiba di rumah pada pukul 10 malam di Ayer Molek,

Malaka. Dia terkejut mengetahui putra kesayangannya tidak ikut pulang.

“ Untungnya, suami saya adalah orang yang sangat tenang dan dia segera memanggil temannya untuk membantu mencari putra kami di R&R Ayer Keroh,” ujar dia.

 

2 dari 8 halaman

Beruntung Ditemukan Pekerja

" Ketika kami sedang dalam perjalanan kembali ke R&R 20 menit kemudian, teman suami saya menelepon dan memberi tahu kami bahwa putra keenam kami aman dan ia berada di Markas Besar Kepolisian Alor Gajah," lanjut Iza.

" Pada saat itu, hanya Allah yang tahu betapa bersyukurnya saya karena putra kami dirawat oleh orang yang baik ketika dia menunggu kedatangan kami," kata dia.

Iza dan suami mencapai Markas Besar Kepolisian Alor Gajah sekitar pukul 11 ​​malam. Iza sangat berterima kasih kepada semua orang yang membantu merawat anaknya, termasuk seorang pekerja yang menemukan putranya.

“ Terima kasih juga kepada Pak Cik yang menemani putra saya, pekerja PLUS dan terutama polisi IPD Alor Gajah karena telah merawat putra saya,” kata Iza penuh rasa syukur.

Iza mengatakan, insiden ini menjadi pelajaran baginya dan suami. Dia akan merawat dengan hati-hati tujuh anaknya saat di luar rumah.

3 dari 8 halaman

Horor! Terbangun Tengah Malam, Penumpang Tertinggal Sendirian di Pesawat

Dream - Penumpang Air Canada mengalami kejadian mengerikan. Dia tertinggal di dalam maskapai milik perusahaan Kanada itu selama beberapa jam penerbangan.

Kisah itu muncul dalam sebuah unggahan di halaman Facebook Air Canada. Seorang penumpang bernama Tiffani Adams mengatakan, dia mengalami kejadian itu pada penerbangan dari Kota Quebec ke Toronto pada 9 Juni 2019. 

Dia tertidur di tengah perjalanan selama 90 menit. Dia mengatakan, ketika terbangun dia masih terikat di kursinya sekitar tengah malam, beberapa jam setelah pesawat mendarat di Bandara Pearson. Dia mengatakan, dalam " kegelapan total" dan " dingin sekali."

" Aku benar-benar panik (karena) aku ingin pergi dari mimpi buruk ini secepat mungkin," ujar Tiffani, dilaporkan CBS News, Senin, 24 Juni 2019.

Dia bilang, tidak bisa mengisi baterai teleponnya atau menggunakan radio pesawat untuk meminta bantuan karena tidak ada sumber listrik di pesawat. Dia menemukan senter di kokpit dan mencoba mengirim sinyal marabahaya keluar jendela.

Setelah berhasil membuka kunci pintu, dia mencari tali untuk mencoba turun " setinggi 12 meter."

Seorang petugas kereta bagasi memperhatikan kakinya " menggantung" keluar dari pesawat dan membantunya melompat dengan aman.

4 dari 8 halaman

Maskapai Akan Menindaklanjuti

Tiffani mengatakan, perwakilan Air Canada menawarinya " limusin dan hotel," meminta maaf dan mengatakan akan ada penyelidikan.

" Aku belum banyak tidur sejak teror malam yang berulang dan bangun dengan cemas dan takut aku sendirian dikurung di tempat gelap," kata dia.

Air Canada merespons di Facebook pada unggahan Tiffani, menulis, " Kami terkejut mendengarnya dan kami sangat khawatir ... Kami akan memeriksanya."

" Kami masih meninjau masalah ini sehingga kami memiliki detail tambahan untuk dibagikan, tetapi kami telah menindaklanjuti dengan pelanggan dan tetap berhubungan dengannya," kata maskapai itu dalam sebuah pernyataan.

Ketika dihubungi untuk memberikan komentar, juru bicara Bandara Internasional Toronto Pearson mengatakan, " Kami mengetahui cerita penumpang ini dan kami pasti dapat berempati dengan kekhawatiran yang pasti dia rasakan."

5 dari 8 halaman

Teori Terbaru Menguak Misteri Jatuh dan Hilangnya Pesawat MH370

Dream - Setelah lima tahun raib, nasib pesawat Malaysian Airlines MH370 belum juga diketahui dengan pasti.

Jejak pesawat yang terbang dari Kuala Lumpur ke Beijing pada 8 Maret 2014 itu tak pernah ditemukan.

Selama itu, berbagai teori tentang penyebab hilangnya pesawat MH370 tersebut bermunculan.

Ada yang bilang diculik alien. Namun ada yang mengatakan kapten pilot Zaharie Ahmed Shah mengalami stres.

Akibatnya Kapten Zaharie melakukan tindakan bunuh diri hingga membunuh 239 penumpang di dalamnya.

Terbaru, ada sebuah teori yang dikemukakan oleh ahli pakar penerbangan terkenal William Langewiesche.

6 dari 8 halaman

Bunuh Penumpang Secara Perlahan

Seperti dilaporkan The Atlantic, Kapten Zaharie kemungkinan melumpuhkan atau bahkan membunuh co-pilot sebelum menghilangkan tekanan di dalam kabin.

Caranya, Kapten Zaharie sengaja membawa pesawat naik ke ketinggian 40.000 kaki hingga kabin kehilangan tekanannya.

Pesawat yang naik ke ketinggian tersebut akan mempercepat proses penurunan tekanan di dalam kabin.

Jika kabin kekurangan oksigen, maka para penumpang bisa mati lemas secara perlahan.

Setelah itu, pesawat dibiarkan meluncur ke bawah hingga jatuh ke Samudera Hindia dan hancur berkeping-keping.

7 dari 8 halaman

Masker Oksigen Tidak Berguna Jika Pesawat Terbang Tinggi

Langewiesche mengatakan pengurangan tekanan kabin sengaja dilakukan untuk mengatasi kru yang tidak patuh.

" Itu mungkin satu-satunya cara untuk menundukkan kru yang sulit diatasi saat pesawat terus terbang hingga berjam-jam," kata Langewiesche.

Menurut Langewiesche, efek pengurangan tekanan tidak akan terasa di area kabin. Namun, masker oksigen bisa digunakan.

" Masker oksigen hanya bisa digunakan selama 15 menit saat pesawat turun darurat di bawah 13.000 kaki," kata Langewiesche.

Namun jika pesawat naik atau terbang di ketinggian 40.000 kaki, maka masker oksigen tidak ada gunanya.

8 dari 8 halaman

Penumpang Mati Lemas Saat Pesawat di Udara

" Akibatnya para penumpang akan mati lemas dalam hitungan menit tanpa tersedak atau terengah-engah akibat kekurangan oksigen," jelas Langewiesche.

Namun, rekan Kapten Zaharie yang enggan disebut namanya, tidak sepenuhnya percaya sahabatnya itu sengaja bunuh diri bersama pesawat yang dikemudikannya.

" Tidak masuk akal. Sulit mempercayainya karena dia teman dekat saya. Namun itu bisa saja terjadi," katanya.

Dia memperkirakan kondisi mental Kapten Zaharie mungkin menjadi faktor yang berkontribusi terhadap keputusannya.

" Pernikahan Zaharie memang bermasalah. Dulu, dia sering pergi bersama beberapa pramugari," katanya.

(Sumber: Metro News)

Beri Komentar