Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Bagaimana Caranya Menghadapi Mutasi Baru COVID-19?
Dream – Sejumlah negara di Eropa kembali mengalami lonjakan kasus infeksi Covid-19. Penyebabnya disinyalir adalah strain baru mutasi baru yang dianggap lebih menular.
Ditambah lagi, orang-orang di sana mulai terlalu longgar mobilitasnya pasca vaksinasi Covid-19.
Dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 27 Maret 2021, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan strain baru sudah masuk di Indonesia sejak 2021.
“ Dari pengamatan kami, terjadinya lonjakan ini karena adanya strain baru yang sudah ada di Indonesia sejak Januari dan adanya mobilitas yang terlalu agresif pembukaannya,” kata Budi Gunadi di Jakarta.
Untuk di Indonesia, lanjutnya, arahan dari Presiden Joko Widodo adalah mencari titik keseimbangan agar hasil penurunan angka infeksi Covid-19 yang sudah bagus karena PPKM mikro dan vaksinasi tidak kehilangan momentum.
“ Sehingga angka infeksi Covid-19 di Indonesia diharapkan terus turun dan tidak mengalami lonjakan seperti di Eropa,” kata dia.
Lebih lanjut, Budi berpesan kepada masyarakat yang sudah divaksinasi agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Protokol kesehatan 3M akan bisa menghindarkan setiap orang dari infeksi Covid-19 secara umum dan juga strain barunya.
Pernyataan serupa juga pernah diungkapkan Pakar Epidemiologi Penyakit Menular Dr. M. Atoillah Isfandiari, dr., M.Kes.
“ Yang bisa menjamin orang tidak terinfeksi virus, apapun itu, adalah protokol kesehatan 3M,” kata Wakil Dekan Bidang II Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga ini.
Atoillah mengatakan virus ini masih bisa menginfeksi orang-orang yang sudah divaksinasi. Dikatakan bahwa vaksin tidak mengubah atau menutup lubang hidung dan mulut.
“ Jadi, virus masih bisa masuk,” kata dia.
Dengan vaksinasi, virus yang bisa masuk tidak menginfeksi sehingga tak menyebabkan gejala penyakit.
Orang yang tidak divaksin, kata Atoillah, bisa terinfeksi virus Covid-19. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang tak punya antibodi Covid-19.
“ Vaksin itu tidak membuat kita menjadi sakti. Kalau terinfeksi sebatas diagnosis lab sangat mungkin,” kata dia.
“ Dengan mendapatkan vaksin kalau terinfeksi tidak sakit. Vaksin memberi perlindungan dari dalam sedangkan prokes 3M melindungi dari luar,” pungkas Atoillah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam