Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Ilustrasi Muslimah Mengenakan Hijab (one-europe.info)
Dream - Mary A tak pernah menyangka karena akhirnya mantap menjadi seorang muslimah. Jauh sebelum memutuskan menjadi mualaf, warga Swedia ini sangat heran dengan wanita muslim yang selalu mengenakan hijab di kepalanya.
" Itulah mengapa saya pernah berjanji tidak akan menjadi muslim, karena akan mengurangi kesempatan saya mendapatkan pekerjaan impian," kata Mary dikutip laman Onislam.net, Selasa 5 Agustus 2014.
Mary berasal dari keluarga dengan tipe pekerja keras. Tetapi mereka tidak melihat perlunya agama. Mereka melihat, makna hidup sebenarnya ada di dalam kehidupan itu sendiri. Dan setelah semua menjadi debu, tidak ada yang lebih dari itu.
Hal itu juga yang membuat Mary ragu dengan pelajaran agama yang diberikan sekolahnya. " Saya belajar tentang astrologi, meditasi dan sebagainya, tapi semua ini membuat saya merasa lebih bingung," kata dia.
Dari situ ia kemudian membuat 'jurnal spiritual'. Buku kecil yang isi seperti ayat-ayat dari salah satu kitab suci, puisi dan lagu.

Mary A saat berhija dan memeluk Islam (On Islam)
Di usia 16 tahun, Mary mulai sekolah menengah atas. Dia kemudian banyak bertemu dengan teman-teman baru. Salah satanya seorang gadis Irak yang mengenakan hijab.
" Dulu saya berjanji tidak akan menjadi muslim karena hijab. Tapi saat melihatnya seorang teman memakai hijab, dia sangat eksotis," ujarnya.
Teman-teman Muslim di sekolahnya sering mengajak dia melakukan diskusi aktif tentang Islam. Hal itu rupanya membuat Mary terkesan. " Saya pikir, bagaimana bisa agama ini menjadi bagian aktif dari kehidupan mereka? Dan itu berdampak pada segala sesuatu dalam hidup mereka," tuturnya.
Mary pun makin tertarik dengan Islam. Ia mulai mencari beberapa buku dan menemukan terjemahan lama Alquran dalam bahasa Swedia di pasar loak.
" Saya memutuskan membelinya hanya untuk mempelajari sejarahnya dan mendapatkan pemahaman lebih banyak tentang agama teman-teman saya (Islam)," imbuh dia.
Mulai saat itu, dia mulai menambahkan item Islam ke dalam jurnal spiritualnya. Memasukkan Surat Al-Fatihah dan terjemahannya. " Saya juga menghafalnya. Saya tidak punya motif lain selain hanya tertarik terhadapnya" .
Ia kemudian mulai tertarik membaca Alquran dengan bantuan teman asal Irak. Pada bulan Juli 2001, Amry mengucapkan dua kalimat syahadat.
Lewat bantuan seorang wanita Swedia yang sudah menjadi muslim, Mary terus belajar tentang Islam. Mulai dari melaksanakan salat lima waktu sampai berhijab. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya