Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sabina Altynbekova (Instagram)
Dream - Dari lapangan bola voly, Sabina Altynbekova melesat ke halaman media masa dunia. Dari media konvensional hingga media massa online, hingga microblog seperti Twitter, Facebook dan lain-lain. Dia kemudian lebih dikenal lewat wajah cantiknya, ketimbang sundulan bola di lapangan.
Popularitas Sabina melejit tak terbendung. Banyak yang memintanya menjadi bintang film, menjadi penyanyi dan bahkan banyak pula yang memintanya menjadi istri, tentu saja ada yang iseng belaka. Tapi Sabina, tetapkah Sabina, wanita Kazakhstan, yang bukan saja bersahaja tapi juga tekun beribadah.
Dan tak banyak juga yang tahu bagaimana perjalanan hidupnya. Orang kadang melihat pucuk sebuah pohon ketika dia tumbuh menjulang, tapi tak tahu bagaimana dia setinggi itu.
Beberapa waktu lalu, Sabina berkisah soal masa pertumbuhan itu, masa sebelum dia tumbuh tinggi dan dilirik manusia hingga belahan dunia lain. Sang Ibu, Nuripa Amrievna, berharap sang putrinya kuliah di Kazakh University mengambil jurusan Humaniora dan Hukum. " Saya ingin dia diterima di sekolah hukum menjadi pengacara, tapi dia memilih olahraga," katanya dikutip Dream.co.id dari Suratkabar ternama Kazakhstan, Vesti, Selasa 5 Agustus 2014.
Kebanjiran fans baru awalnya membuat Sabina senang. Namun, belakangan ia mulai risih. Dia meminta para penggemarnya berhenti 'menggangu' halaman akun media sosialnya agar bisa fokus pada tim nasional bola voli Kazakhstan.
" Saya sangat tersanjung pada awalnya, tapi ini semua agak berlebihan," ujar Sabina yang merupakan seorang muslim. " Saya ingin berkonsentrasi bermain bola voli dan ingin terkenal dengan itu, bukan yang lain" .
Sabina menegaskan menjadi atlet voli sudah menjadi cita-citanya. Bahkan, gadis kelahiran 5 November 1996 itu mengaku sudah bermain voli sejak usai 14 tahun. " Saya hanya ingin fokus ke karier sebagai atlet" imbuhnya.
Nama Sabina mencorong melalui berbagai media sosial. Dia mulai dikenal luas saat bertanding di Ibukota Taiwan, Taipe, dalam kejuaraan bola voli di bawah usia 19 tahun beberapa waktu lalu. Sejak itu, nama dan fotonya dimuat di berbagai media di dunia.
Jumlah pengikut Sabina di media sosial tak sedikit. Mereka bahkan berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya