Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini
Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012
Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Si Pasien Mengalami Retak Tulang Rusuk (foto Ilustrasi)
Dream - Sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina, seorang dokter di Belgia menolak pasien Yahudi. Meski si pasien itu sudah lanjut usia berusia sekitar 90 tahun.
Diberitakan laman Russian Times, Selasa 5 Agustus 2014, berawal ketika dokter yang tidak disebutkan namanya itu menerima telepon pada pukul 11 malam, Rabu pekan lalu, lewat layanan hotline medis Flanders.
Si penelepon adalah seorang pria yang mengatakan keluarganya bernama Bertha Klein. Dia meminta pertolongan karena mengalami retak tulang rusuk lewat hotline medis Flanders.
Menurut suratkabar lokal Joods Actueel, si dokter rupanya mengetahui klein itu adalah Yahudi, dari nama dan aksennya.
Dengan tegas dokter itu mengatakan tidak akan datang. Ia justru menyuruh pasiennya pergi ke Gaza. " Kirim dia ke Gaza selama beberapa jam, maka rasa sakitnya akan hilang. Saya tidak akan datang," kata dokter itu.
Keluarga itu lantas menelepon tim medis lain. Mereka juga kembali menelepon dokter tadi untuk memperjelas omongannya dan merekam percakapan tersebut.
Tak terima dengan respon si dokter, keluarga itu melapor ke polisi atas tindakan diskriminasi yang mereka alami. " Ini mengingatkan saya apa yang terjadi di Eropa, 70 tahun lalu. Saya tidak mengira peristiwa itu akan terjadi lagi," kata Taffel.
Saat dikonfirmasi Joods Actueel, dokter itu tidak menyangkal telah menolak seorang pasien Yahudi. Dia mengatakan, itu dilakukannya atas dasar emosional.
Menurut laporan koran ini, sejak serangan Israel ke Gaza dilakukan awal Juli lalu, insiden anti-semit banyak terjadi di Belgia. Contohnya di Antwerp, sebuah toko menolak seorang pelanggan karena dia Yahudi.
Hal ini juga terjadi di Jerman, Prancis dan Italia dalam beberapa pekan terakhir. Menurut catatan polisi, kasus anti-Yahudi meningkat 50 persen dalam sebulan terakhir di Inggris. (Ism)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi