Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ledakan Lebanon (Foto: Instagram)
Dream - Berita mengejutkan datang dari Beirut, ibukota Lebanon. Pada Selasa, 4 Juli 2020 waktu setempat, terjadi sebuah ledakan besar yang menyebabkan puluhan orang tewas dan ribuan lainnya terluka.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @widadstaleb, terlihat ledakan terjadi di dekat pelabuhan dan berhasil memporak-pondakan sebagian bear kota.
" Apakah semua orang baik-baik saja?," tulis akun tersebut.
Dikutip dari Merdeka.com, ledakan tersebut sementara mengakibatkan 78 orang tewas dan 4.000 lainnya luka-luka.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat asap yang membumbung tinggi dan berbentuk jamur. Terlihat juga asap yang terlihat berubah warna menjadi merah setelah terjadi dua kali ledakan.
Berikut videonya:
View this post on Instagram
Para pejabat tinggi di Lebanon menuding jika ledakan disebabkan karena bahan peledak yang sengaja disimpan di dalam gudang.
Dalam keterangannya, Perdana Menteri Hassan Diab mengatakan bahwa setidaknya 2.750 ton amonium nitrat, yakni bahan untuk pupuk dan peledak, yang disimpan di dalam gudang selama enam tahun.
" Saya tidak akan diam sampai kita menemukan orang yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi, sehingga kita dapat meminta pertanggung jawaban dan menerapkan hukuman paling berat," kata Diab, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 5 Juli 2020.
Meski begitu, belum diketahui pasti penyebab dari ledakan dahsyat tersebut. Beberapa laporan menyebutkan bahwa ledakan mungkin saja dipicu oleh insiden di gudang pabrik kembang api.
Laporan lain menyebutkan insiden terjadi di gudang yang menyimpan bahan-bahan yang sangat mudah meledak.
Ledakan tersebut mengakibatkan gedung-gedung hancur, dan hampir seluruh kota Beirut menjadi porak-poranda. Banyak jalanan tertutup puing-puing bangunan, rumah dan bagunan hancur, serta asap yang masih mengepul di kota.
Terlihat pula banyak mobil-mobil yang rusak di sepanjang jalan, serta orang-orang yang terjebak di dalam bangunan.
Satu Warga Negara Indonesia (WNI) mengalami luka akibat ledakan tersebut. Korban merupakan pekerja migran. Setidaknya ada sekitar 1.447 WNI yang tinggal di Lebanon.
" Ada satu WNI yang mengalami luka-luka (inisial NNE). Staf KBRI sudah berkomunikasi melalui video call dengan yang bersangkutan. Kondisinya stabil, bisa bicara dan berjalan. Yang bersangkutan sudah diobati oleh dokter rumah sakit dan sudah kembali ke apartmennya di Beirut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya