Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Twitter @marioam79
Dream - Sebuah ledakan dahsyat terjadi di Beirut, Lebanon, 4 Agustus 2020. Hingga saat ini, sebanyak 78 orang dilaporkan tewas, sekitar 4.000 lainnya terluka.
" Masih banyak orang hilang hingga saat ini," kata Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hassan, dikutip dari CNN.com, Rabu 5 Agustus 2020.
Rekaman video menunjukkan ledakan itu menciptakan awan berwarna oranye. Gedung-gedung di sekitar terguncang karena ledakan dan gelombang kejut yang menyusul kemudian.
Jendela dan pecahan kaca berterbangan karena ledakan dan gelombang kejut tersebut.
Gubernur Beirut, Marwan Abboud, menyatakan ledakan itu sebaagai bencana nasional. Sementara. Lebanon menyatakan hari berkabung nasional selama tiga hari.
" Ledakan itu menyerupai apa yang terjadi di Jepang, di Hiroshima dan Nagasaki. Ledakan itu mengingatkan saya pada hal itu. Dalam hidup saya, saya belum pernah melihat kehancuran pada skala ini, " kata Abboud, menjelaskan awan jamur akibat ledakan tersebut, dikutip USA Today.
Menurut laporan CNN, data Survei Geologi Amerika Serikat menunjukkan bahwa ledakan di Beirut menciptakan gelombang seismik yang setara dengan gempa berkekuatan magnitudo 3,3.
Meski setara dengan gempa bermagnitudo 3,3, kekuatannya " tak langsung sebanding dengan gempa dengan ukuran yang sama."
Menurut Don Blakeman, ahli geofisika, ledakan termasuk guncangan jenis permukaan, sehingga kekuatannya tidak sebanding dengan gempa bumi.
Sebagian besar energinya, kata Blakeman, masuk ke udara dan bangunan. " Tidak cukup energi untuk ditransmisikan ke dalam batuan di tanah," kata dia, dikutip dari Liputan6.com.
Menurut laman Aljazeera, Kepala Keamanan Umum Lebanon, Abbas Ibrahim, mengatakan bahwa ledakan dahsyat itu berasal dari 2.700 ton amonium nitrat. Bahan kimia itu disimpan di pelabuhan Beirut sebelum dikirim ke Afrika).
Ibrahim sudah melaporkan temuan itu kepada Dewan Pertahanan Tinggi Lebanon yang terdiri dari presiden dan semua lembaga keamanan utama negara. Otoritas Lebanon berjanji memberi hukuman paling berat kepada pihak yang bertanggung jawab.
Another Angle
looks like a scene from a disaster Nuclear movie #Beirut #Lebanon pic.twitter.com/cUYQDxCFXt— ????? ???????????????? (@Marioam79)August 4, 2020
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya