Terungkap! Alasan Polisi Cekal dan Tahan Jessica

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 11 Februari 2016 19:33
Terungkap! Alasan Polisi Cekal dan Tahan Jessica
Jessica ternyata menyandang status permanent resident atau penduduk tetap di Australia.

Dream - Polisi Daerah Metro Jaya mengungkap alasan mengeluarkan cekal dan menahan Jessica Kumala Wongso, tersangka kasus keamtian Wayan Mirna Salihin.

Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan, tidak menutup kemungkinan Jessica melarikan diri ke Australia.

" Bila saja kami terlambat, yang bersangkutan keburu pergi ke Australia. Ia akan sulit sekali dilakukan ekstradisi," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Kamis 11 Februari 2016.

Krishna menjelaskan, Jessica menyandang status permanent resident atau penduduk tetap di Australia. Jessica pernah menetap selama delapan tahun di Negeri Kanguru tersebut.

" Jadi kita minta dilakukan pencekalan karena untuk kepentingan penyelidikan," imbuh Krishna.

Menurut Krishna dengan status Jessica (permanent resident), polisi khawatir Jessica tak bisa lagi ditahan setiba di Australia. Dia beralasan Indonesia belum memiliki perjanjian ekstradisi dengan Australia.

" Jadi kenapa ditahan? Jawabannya sederhana. Karena memenuhi alat bukti obyektif, unsur-unsur pasal cukup, kami takut yang bersangkutan menghilangkan diri, meninggalkan jejak, dan mengulangi perbuatan itu lagi, itu saja," ujar Krishna menegaskan. (Ism) 

 

1 dari 5 halaman

Jessica Peragakan Adegan Ini Saat Menunggu Mirna

Dream - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melalukan rekonstruksi terkait kematian Wayan Mirna Salihin di Kafe Olivier, West Mall, Grand Indonesia (GI), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu 7 Februari 2016.

Dalam rekonstruksi itu dihadirkan Jessica Kumala, tersangka kasus tersebut dan Hani, teman mengopi Mirna yang lain.

Selain itu, tampak juga peran Cindy yang diduga sebagai pelayan Kafe Olivier saat kejadian tewasnya Mirna usai menenggak es kopi Vietnam di kafe tersebut.

Berdasarkan pantauan Dream.co.id di lokasi rekontruksi, Jessica yang mengenaikan seragam tahanan berwarna orange memperagakan saat ia memesan kopi untuk mirna.

Jessica kemudian terlihat tengah memegang menu makanan sambil memainkan ponsel di meja yang telah dipilihnya.

Saat menunggu dua sahabatnya, Mirna dan Hani datang, di meja sudah tersaji dua minuman.

Polisi menjaga secara ketat jalannya proses rekonstruksi. Pengunjung yang melintas dilarang memotret jalannya proses rekonstruksi.

2 dari 5 halaman

Ayah Mirna Ungkap Motif Putrinya Dibunuh?

 

Dream - Dharmawan Salihin secara tersirat mengungkapkan motif pembunuhan putrinya, Wayan Mirna Salihin.

" Itu naluri. Saya bilang kalau waktu itu mirna gak nikah dengan Arief nggak mati Mirna. Nah lu artiin sendiri tuh, terjemahkan lah. Kalau salah, lu salah," kata Dharmawan, Jumat kemarin.

Darmawan menuturkan, selama bertahun-tahun anaknya berkawan dengan Jessica tidak pernah ada masalah. " Delapan tahun berteman sama Jessica baik-baik saja. Tapi kenapa pas nikah Jessica bunuh itu mirna," ujarnya.

Dia mengaku masih penasaran dengan belakang Jessica ‎selama di Australia. Selain itu, dia ingin mencari tahu lebih dalam mengenai kedekatan Jessica dengan Mirna selama tinggal delapan tahun di Austalia.

" ‎Saya sudah dapat informasi terkait hubungan Jessica dan Mirna. Tapi saya masih matengin dulu info itu," ujar dia.

Bantah

Sebelumnya, pengacara Jessica, Yudi Wibowo, mengatakan, polisi tak punya cukup bukti untuk menetapkan kliennya sebagai tersangka kasus pembunuhan Mirna. Ia menegaskan, Jessica bukanlah pembunuh Mirna.

Yudi keberatan dengan keputusan polisi. " Buktinya nggak kuat kok main tangkap, ini kan negara hukum," kata Yudi.

3 dari 5 halaman

Keterangan Penting Kenalan Jessica di Australia

Dream - Polda Metro Jaya akan mengirim penyidik ke Australia untuk menggali informasi terkait kasus kematian Wayan Mirna Salihin.

" Kami sudah mendapatkan izin dari kepolisian Australia (AFP-red) dan ini waktu kami untuk menginvestigasi," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Carnavian di Polda Metro Jaya, kemarin. 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti menambahkan, tim penyidik yang dikirim ke Australia khusus untuk menginterograsi beberapa orang di yang mengenal Jessica saat tinggal di Negeri Kanguru itu.

Dari keterangan yang didapat itu, nantinya akan digunakan polisi untuk mengembangkan petunjuk yang didapat di Indonesia.

" Penyidik yang dikirim ke sana untuk mewawancarai kenalan Jessica, karena ada beberapa petunjuk yang dikembangkan," ucap Krishna.

Selain untuk menggali informasi seputar sosok Jessica, penyidik yang diberangkatkan juga ingin melihat gambaran mengenai pertemanan Jessica dengan Mirna.

" Kalau kami (yang ke sana-red) bisa observasi biar dapat gambarannya," ujar dia.

Meski begitu, Krishna belum dapat mengatakan kapan tim penyidik dari Polda Metro Jaya akan diberangkatkan. Sebab, ada beberapa kelengakapan yang harus dituntaskan penyidik.

" Belum, belum. Kan butuh surat izin, surat perintah, pesan tiket," ucap dia.

Lebih lanjut, Krishna enggan membeberkan siapa-siapa dan catatan apa saja yang hendak dikejar penyidik saat tiba di Australia. Sebab, menurut dia, proses penyidikan di luar kuasa hukum polisi memerlukan prosedur yang ketat.

" Memeriksa saksi di luar negeri secara prosedur harus ada dukungan dari kantor Konsultan Jenderal (Konjen) di Sydney, Australia," kata dia.

Dengan diberangkatnya tim penyidik ke Australia maka proses penahanan Jessica praktis akan memerlukan waktu. (Ism) 

4 dari 5 halaman

Dugaan Mengejutkan Motif Pembunuhan Mirna

 

 

Dream - Sudah hampir sebulan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin berjalan. Tetapi, hingga kini kepolisian Polda Metro Jaya belum mengungkapkan motif di balik pembunuhan Mirna.

Dharmawan Salihin, ayah Mirna menepis kabar terbunuhnya putrinya berlatar belakang bisnis. Sebab, menurut dia, antara Jessica dan Mirna tidak memiliki ikatan bisnis.

" Wah kejauhan, nggak ada kaitannya. Om kerja apa, dengan Mirna dan Jessica ngak ada kaitannya. Dia (Jessica-red) baru pertama kali lihat," kata Dharmawan usai mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Rabu 10 Februari 2016.

Dharmawan mengatakan posisi sebagai pemimpin perusahaan miliknya terbilang sudah cukup lama. Tapi, Dharmawan menyebut, proses belajar Mirna untuk memimpin perusahaan miliknya terbilang baru.

" Dari dulu juga sudah menjabat. Tapi kan ngajarin kerjanya baru pas pulang dari Australia dan nikah," ujar dia.

Lebih jauh, mengenai aktivitas Mirna dan Jessica di Negeri Kanguru itu, yang diselidiki Polisi Federal Australia (AFP), Dharmawan enggan menanggapi.

Meski telah mendengar informasi yang diberikan polisi Australia kepada Polda Metro Jaya, dia enggan membeberkan hasil temuan itu.

" Saya kalau ngomong semua, sama saja saya telanjangin semuanya," ucap dia.

Menurut dia yang terpenting saat ini adalah kasus ini dapat cepat disidangkan. Sebab, sejauh pengelihatannya polisi dan jaksa telah mengoreksi berkas kasus kematian Mirna.

" Insya Allah doain saja supaya kasus ini cepat disidangkan. Mudah-mudahan bisa cepat nih, nggak ada kurang apa-apa," kata dia.

Seperti yang diketahui sebelumnya, perngacara Jessica yaitu Yudi Wibowo sempat membuka dugaan kasus yang menimpa kliennya.

Kala itu, Yudi mengatakan jika motif warisan bisa saja muncul dan menjerat Arief Soemarko, suami Mirna.

‎" Siapa yang ngomong warisan. Jessica kan nggak ada saudara sama Bapaknya Mirna. Kalau dapat warisan motifasinya ya suaminya (Arief-red)," ujan dia menerangkan. (Ism) 

5 dari 5 halaman

Membongkar Hubungan Jessica dengan Mirna di Australia

 

Dream - Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Carnavian menjelaskan kerjasama Polri dengan Kepolisian Federal Australia (AFP), terkait kasus kematian Wayan Mirna Salihin. 

Menurut Tito, kerja sama dua kepolisian itu untuk mendapatkan kejelasan hubungan tersangka Jessica Kumala dengan Mirna.

" Kami sudah mendapat prosedur di sana. Kami sudah mendapatkan izin dari Kepolisian Australia dan ini waktu kami menginvestigasi," kata Tito di Polda Metro Jaya, Rabu 10 Januari 2016.

Tito menambahkan, kerja sama dengan polisi Australia juga untuk melihat perkawanan dua perempuan itu selama bersekolah di Billy Blue of College, Sidney, Australia.

" Kami menghubungi teman-teman polisi Australia untuk melihat bagaimana hubungan antara Jessica dan Mirna dan (teman-temannya-red) yang lain lain," ucap dia.

Tak hanya itu, penyidikan Polda Metro Jaya dan polisi Australia untuk melihat karakter Jessica selama di Australia. Penyidikan ini sekaligus untuk membongkar hubungan Jessica dengan Mirna.

" Kami ingin tahu hubungan jessica dengan Mirna dengan lebih spesifik. Kami mau tahu profil Jessica termasuk karakter selama dia hidup di Australia. Hal itu untuk mencari tahu kemungkinan motif hubungan Mirna dengan Jessica," kata dia.

Beri Komentar