6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Dream - Polisi akhirnya mengungkap identitas pelaku peledakan bom panci di Taman Pandawa, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat. Pelaku berinisial Y dan berusia sekitar 30 tahun.
" Yang bersangkutan tinggal di wilayah Purwakarta," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, di kantornya, Jakarta, Senin 27 Februari 2017.
Meski demikian, Martinus menambahkan, identitas pelaku lain belum terlacak. Saat ini, polisi masih memperdalam keterangan dari para saksi yang mengaku sempat melihat ada dua pelaku.
" Dalam aksinya memang kami mendapat informasi ada dua orang, namun baru satu yang kami ketahui, itu pun masih kami coba dalami untuk mengetahui motifnya," ujar dia.
Menurut keterangan saksi di lokasi, kata Martinus, sebelum melakukan aksinya, pelaku berboncengan sepeda motor.
" Pertama berboncengan, yang kemudian yang itu (Y) turun, kemudian lari ke kelurahan. Kami akan dalami informasi itu," ucap dia.
© Dream
Martinus mengatakan, Y ternyata pernah terlibat kasus terorisme. Pria tersebut juga pernah menjalani pelatihan militer.
" Pernah terlibat kasus terorisme terkait dan pernah ikut pelatihan militer di Aceh," kata Martinus.
Akibat pernah mengikuti pelatihan militer di Aceh, Y sempat dipenjara selama tiga tahun pada 2012 hingga 2015. Tetapi, Martinus tidak mengetahui lokasi penahanan Y.
" Tapi yang bersangkutan jelas ditahan tiga tahun, dari 2012-2015. Apakah selama itu yang bersangkutan mendapatkan remisi, keluarnya kapan, saya belum tahu persis," ucap dia.
Polisi juga berhasil mengungkap jaringan kelompok radikal mana yang diikuti Y. Tetapi, Martinus belum mengungkap kelompok mana yang dimaksud.
" Kami sudah tahu dia dari kelompok mana, aliran mana, jaringannya apa, yang pasti yang bersangkutan saat ini mandiri," ujar dia.
Saat ini Y telah meninggal dunia akibat luka tembak saat dilumpuhkan. Sementara satu terduga lain berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
