Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tulisan Santet (twitter @NaimaMaheswari)
Dream - Pemilik nama Yulia Fera Ayu Lestari akhirnya terkuak. Nama itu sebelumnya tertera pada kertas yang ditemukan terbungkus sejumlah pocong.
Posong-pocong yang menghebohkan warga itu ditemukan di Makam Muslim Sedioluhur Krapyak. Selain kertas, ada pula jarum di dalam pocong yang dikubur di atas pusara tersebut.
ditemukan sempat membuat geger warga dan jagat media sosial. Dalam poconga tersebut, tersimpat secarik kertas bertuliskan Yulia Fera Ayu Lestari. Lalu, siapakah sosok tersebut?
Setelah ditelusuri, ternyata Yulia Fera Ayu Lestari merupakan salah satu warga Desa Karangmalang, Gebog, Kudus, Jawa Tengah. Kepala Desa Karangmalang, Mashuri, membenarkan informasi tersebut.
Mashuri mengatakan, perempuan yang disapa Ayu tersebut dulu sempat berjualan di Terminal Wisata Bakalan Krapyak bersama ayahnya, Junaedi. Orang tua Ayu, tambah dia, telah pisah. Sang ayah telah menikah lagi.
Menurut Mashuri, sehari-hari Ayu jarang di rumah. Dia sering keluar bersama anak-anak punk. Saat berada di rumah, Ayu termasuk warga yang tertutup. Tak jarang, di rumahnya ramai ketika malam hari ketika teman-temannya datang.
Terkait dugaan pelet kepada Ayu yang sempat beredar, Mashuri menduga hanya perbuatan iseng. Kesimpulan ini diambil lantaran dalam kesehariannya memang Ayu sering bergaul dengan anak punk.
" Kalau malam anak-anak punk berkumpul. Kadang kami mengurainya dengan meminta mereka pulang," jelasnya.
Sementara saat dicek ke rumahnya, Ayu tidak sedang di rumah. Di rumahnya, ada seorang kakek yang berjualan bensin di depan rumah.
" Mbak Ayu (panggilan Yulia Fera) sedang tidak di rumah. Jarang pulang. Saya tidak tahu kalau ada ramai-ramai," kata Samian, kakek Yulia Fera Ayu Lestari.
Sumber: Radar Kudus
Dream - Warga Kudus, Jawa Tengah, digegerkan penemuan sembilan bungkusan menyerupai pocong. Bungkusan tersebut terkubur di pemakaman Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu.
Kasat Reskrim Polres Kudus, AKP Agustinus David, membenarkan kabar tersebut. Bersama sejumlah warga, pihaknya melakukan penggalian di lokasi penguburan sembilan bungkusan tersebut.
" Setelah kami bongkar dari dua makam di Pemakaman Desa Bakalan Krapyak Kamis malam (18 Juni 2020), ternyata sembilan bungkusan berbentuk pocong berisi bangkai ayam," ujar Agustinus, dikutip dari Liputan6.com dari Kantor Berita Antara.
Dia menduga bangkai ayam tersebut digunakan sebagai ritual ilmu hitam. Sebab, ditemukan benda lain dalam bungkusan tersebut yaitu foto wanita, jarum, dan kertas berisi tulisa yang diduga mantra.
Agustinus menyatakan kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap adanya unsur pidana dalam temuan tersebut. Juga untuk mengungkap motif pelaku.
Sembilan bungkusan berisi bangkai ayam itu ditemukan terkubur persis di atas dua makam. Bungkusan yang sempat diduga berisi mayat bayi itu awalnya ditemukan seorang warga yang hendak berziarah ke makan orangtuanya pada Kamis sore sekitar puku 16.30 WIB.
Peziarah diketahui bernama Muhammad Kafid asal Desa Daren, Kabupaten Jepara, itu sempat curiga ketika melihat makam ibunya. Sebab, ada tumpukan tanah bekas galian baru di makam tersebut.
" Saya sempat curiga dengan kondisi makam orang tua saya, karena tanahnya terdapat timbunan baru," kata Kafid.
Selain itu, ada banyak lalat di sekitar makam orangtuanya yang baru berumur 100 hari. Kafid pun memberanikan diri membongkar tanah urukan tersebut dan menemukan bungkusan kain kafan dengan bentuk menyerupai jenazah bayi.
Dia lalu melaporkan hal itu ke penjaga makam. Tetapi, penjaga makam mengaku tidak tahu ada kejadian tersebut.
Setelah itu, Kafid melaporkan temuanya ke perangkat desa setempat, lalu diteruskan ke kepolisian. Beberapa saat kemudian, sejumlah aparat kepolisian tiba dan melakukan penggalian bersama warga.
(Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya