Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Seorang ibu di Kota Bengkulu, Leni, 39 tahun, terpaksa mengalami kondisi mengecewakan saat akan melahirkan. Dia sampai ditolak tiga rumah sakit lantaran tes antigen menunjukkan hasil positif Covid-19.
Peristiwa ini bermula ketika Leni, warga Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, datang ke RS Rafflesia untuk persiapan melahirkan pada Selasa sore, 22 Februari 2022. Sebelum dirawat, Leni menjalani tes usap antigen yang hasilnya positif.
Pengelola RS segera merujuk wanita itu ke RS Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Saat itu, Leni belum mendapat penanganan sama sekali dari RS Raflesia.
" Ayuk (kakak) saya belum dipegang (diperiksa) namun langsung diberi rujukan ke RSHD," ujar adik kandung Leni, Ri.
Meski kecewa, Ri langsung membawa kakaknya ke RSHD. Sayangnya ketika tiba, mereka mendapat perlakukan kurang menyenangkan.
Petugas IGD dan keamanan menolak memberikan pelayanan. Sempat terjadi cekcok, akhirnya Leni dirujuk lagi ke RSMY.
" Alasan RSHD, hanya tersedia ruangan untuk ibu namun tak ada ruangan untuk anak," kata Ri.
Ri mengatakan kakaknya sudah kesakitan saat itu. Dia langsung membawa kakaknya ke RSMY.
Bukannya ditangani, Leni kembali mendapat penolakan. Menurut Ri, petugas RSMY beralasan proses persalinan selama ini dilakukan di bagian kontrol pasien.
" Sembari menangis, saya meminta tolong diberi penanganan dan tak dioper ke sana-sini namun tetap saja disuruh kembali ke Rafflesia," ucap Ri.
Terpaksalah Ri membawa kembali kakaknya ke RS Rafflesia. Parahnya, RS tersebut tidak bersedia memberikan pelayanan.
Parahnya, petugas RS Rafflesia malah menyarankan agar Leni dibawa ke RS Bhayangkara. Ditambah lagi dengan tidak mengakui jika Leni bukan pasien kontrol RS Rafflesia.
Ri tegas menolak syarat tersebut dan menilai pihak RS seperti lepas tangan. Akhirnya dia putuskan membawa kakaknya ke rumah sakit lain.
" Satu jam lebih menunggu di ruang isolasi RS Rafflesia, akhirnya saya nekat membawa ayuk menggunakan sepeda motor menuju ke RS Gading Medika," kata Ri.
Akhirnya, Leni mendapat pelayanan di RS Gading Medika. Wanita itu bisa melahirkan melalui operasi caesar.
" Alhamdulillah, keponakan saya lahir dalam keadaan selamat di RS Gading Medika," kata Ri.
Direktur RSHD Kota Bengkulu, Lista Cerlyviera, segera memberikan klarifikasi atas kabar penolakan pasien ini. Dia mengatakan saat itu ruang rawat RSHD sedang penuh akibat lonjakan pasien Covid-19.
" Menolak pasien itu tidak benar, saat ini wabah Covid-19 sedang menjadi-jadi, pasien penuh," kata Lista.
Dia menyatakan saat ini seluruh rumah sakit di Bengkulu diwajibkan menyiapkan layanan untuk pasien Covid-19. Mengingat kondisi saat ini sedang terjadi lonjakan di Bengkulu.
" Di RSMY itu juga bukan ditolak, pasti penuh," kata dia.
Lebih lanjut, Lisna menegaskan pasien yang bersangkutan bukan ditolak melainkan tak bisa ditampung. Jika diterima di RS lain, kata dia, berarti sedang tersedia ruangan untuk perawatan.
" Kalau tetap ditangani (padahal ruangan penuh) pasiennya ditaruh di mana, sedangkan bayi itu harus di ruangan khusus, jadi persiapan ruangan bayi dan ibu (terinfeksi) Covid sudah penuh," ucap Lista, dikutip dari Bengkulu Ekspress.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya