Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pencarian korban kapal KM Marina Baru yang tenggelam di perairan Bone, Sulawesi Tenggara, telah resmi dihentikan tim SAR. Insiden itu menelan korban hingga 66 orang tewas.
Namun, ada satu kisah menarik yang masih tersisa dari kejadian itu. Kisah penumpang kapal karam lolos dari maut yang selama 19 jam, terombang ambing di laut.
Meski dalam kondisi mempertaruhkan nyawa, dia tetap salat. Seluruh penumpang panik tak terkecuali seorang wanita muslimah bernama Ulfah.
Ia melompat ke laut seketika saat kapal mulai karam. Ulfah tidak sendiri melainkan bersama dua keponakannya, satu yang besar masih SMA dan satunya bernama Ikram yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar.
Ulfah menuturkan kejadian memilukan selama berada di tengah laut. Arus laut dan ombak telah memisahkan Ulfah dengan keponakannya yang besar.
Ia kini berada di tengah laut bersama Ikram, keponakannya yang kecil. Ulfah tidak panik karena semuanya telah dipasrahkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Ia hanya berusaha semaksimal mungkin untuk tetap hidup dengan keponakannya.
Itu semua karena Ulfah berserah diri kepada Allah. Bahkan ia sempat berdoa agar tetap tertutup auratnya, jika Allah menghendaki ia meninggal di laut.
" Ya Allah, jika takdir hidupku sampai di sini saja, aku memohon kepadaMU. Biarkan mereka menemukanku sementara aku masih berpakaian lengkap dengan hijabku,”
Selama belasan jam terendam air laut mereka berdua sangat kelaparan. Saat Ikram merengek kelaparan, tantenya hanya menyuruh si kecil menelan ludah dengan diniatkan agar kenyang.
Malam pun tiba, Subhanallah hujan turun dengan lebatnya. Mereka berdua girang bisa meminum air hujan untuk menyambung nyawa hingga pertolongan datang. Di keheningan malam hanya bulan dan bintang yang menemani, mereka tetap berpikiran positif kepada Allah.
Satu hal lagi yang menyayat hati, menjadi tamparan keras agar kita selalu mengingat Allah di manapun dan kapanpun berada. Ulfah dan Ikram tetap melakukan salat dalam keadaan berada dalam air. Mengenai waktu salat, Ulfah hanya memperkirakan saja. Kisah selengkapnya klik di sini. (Ism)
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Baca Juga: 17 Wanita yang Haram Dinikahi Pria Kisah Tiga Perempuan Penyuka Sesama Jenis Usai Shalawatan Nasib Pengemis Penipu Saat Kiamat, Wajah Meleleh Tanpa Daging Ternyata Ketika Tidur Roh Kamu Pergi ke Tempat Ini Amalan Agar Didoakan 70 Ribu Malaikat Kisah Seseorang Masuk Surga Tapi Belum Pernah Salat
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya