Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito
Dream - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya memakai masker sebagai pelindung orang lain.
" Kita memakai masker untuk melindungi orang lain. Siapa tahu kita terinfeksi Covid-19 tapi tidak memiliki gejala. Jadi pakai masker supaya orang lain tidak tertular," kata Wiku, Rabu, 15 April 2020.
Wiku menuturkan, setiap orang bisa membuat sendiri masker yang diperlukan dengan bahan kain.
Syarat minimal masker kain yang direkomendasikan yakni berbahan katun, menggunakan tiga lapis kain, kemudian disesuaikan dengan bentuk wajah.
" Yang penting adalah menutup dagu, mulut, sampai pipi," ucap dia.
Selain berbicara mengenai penggunaan masker, Wiku juga menjelaskan ke masyarakat mengenai dua jenis tes Covid-19.
Jenis tes pertama yaitu rapid test atau tes cepat. Tes jenis ini mengambil sampel darah untuk mengukur kondisi antibodi di tubuh peserta tes. Sehingga dapat diketahui reaksi tubuh peserta tes untuk melawan virus.
Tes kedua yaitu apa yang dikenal sebagai Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RTPCR), yang dapat memberikan hasil lebih akurat. Pada masyarakat umum, tes ini lebih populer dengan nama test swab.
RTPCR mengambil cairan tubuh yang paling banyak mengandung virus. Tes ini dilakukan dengan menggunakan alat usap melalui hidung. Selain dari hidung, sampel cairan tubuh untuk tes ini dapat juga diambil dari dahak.
Pentingnya melakukan tes swab atau RTPCR disebabkan mungkin saja seseorang dinyatakan negatif Covid-19 saat dilakukan rapid test, karena daya tahan tubuhnya sedang bagus. Namun saat dilakukan tes swab baru diketahui tubuhnya telah terinfeksi virus corona.
Meski begitu, Wiku mengingatkan kembali bahwa penggunaan masker dan dua macam tes di atas hanya merupakan bagian dari upaya pembatasan gerak penyebaran virus corona.
" Cara-cara untuk memutus rantai Covid-19 adalah menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, dan tetap menjaga jarak," kata dia.
Dream - Penggunaan masker yang masif saat wabah Corona Covid-19 di Indonesia, membuat pasokan masker semakin terbatas. Hal itu dirasakan warga Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel).
Karena ingin melindungi diri dari penularan Covid-19, Juan (30), warga Kecamatan Ilir Barat (IB) 1 Palembang Sumsel berusaha mencari masker di berbagai pusat perbelanjaan hingga apotek.
Akibat pasokan masker yang kosong, membuat Juan berusaha membeli masker di media sosial (medsos) Instagram.
Dia pun juga berencana untuk menjual masker di Kota Palembang, di tengah tingginya kebutuhan masker oleh masyarakat.
Namun sayangnya, niat Juan akhirnya berbuah pahit. Paket masker yang tiba di kediamannya, ternyata tak seperti yang dibayangkannya.
" Karena sekarang ini kebutuhan masker sangat tinggi, sementara barangnya langka. Maka saya mau pesan masker di online shop Instagram saja," ujarnya, saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, dilansir dari Liputan6.com, Sabtu 11 April 2020.
Setelah sepakat memesan masker dalam jumlah besar, Juan lalu bertukar nomor telepon dengan pemilik akun online shop tersebut. Pemilik akun Instagram tersebut mengaku bernama Intan Karlina.
Setelah berkomunikasi, Juan lalu mentransfer uang pembelian masker hingga puluhan juta rupiah, pada hari Sabtu 2 April 2020. Intan Karlina berjanji, akan mengirim paketan masker Juan secepatnya.
" Saya transfer sebesar Rp 36,4 juta. Katanya barang bakal sampai dua atau tiga hari lagi," katanya.
Lalu, pada hari Senin 6 April 2020, paket masker yang dijanjikan pun sudah datang ke rumah Juan. Bahkan paket tersebut dikemas dengan kotak kardus berukuran 1 meter kubik.
Saat paket kardus tersebut dibuka, Juan sangat kaget. Karena isi paket kardus tersebut bukan masker seperti yang dia pesan, melainkan isinya belasan batu bata.
" Saya heran, kok batu bata. Orang ini salah kirim atau gimana. Tapi yang transaksi online sama saya ya si Intan itu," ungkap Juan.
Juan kemudian menghubungi nomor Intan, tetapi nomornya tidak aktif. Merasa ditipu, Juan akhirnya melaporkan kasus penipuan ini ke SPKT Polresta Palembang.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT AKP Heri mengatakan, pihaknya kini sedang menelusuri keberadaan pemilik akun tersebut.
" Ini akan menjadi atensi Satreskrim Polrestabes Palembang, laporannya segera kami tindaklanjuti," katanya.
Diakuinya, hingga kini sudah banyak penipuan yang terjadi di medsos yang dilaporkan ke Polresta Palembang. Ia mengimbau masyarakat, agar jangan mudah percaya dengan penawaran barang di medsos, terutama dengan harga sangat murah.
(Sumber: Liputan6.com/
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya