Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Gugus Tugas Covid: Pakai Masker untuk Lindungi Orang Lain

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 15 April 2020 19:03
Gugus Tugas Covid: Pakai Masker untuk Lindungi Orang Lain
Cara memutus rantai Covid-19 yaitu menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, dan tetap menjaga jarak

Dream - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya memakai masker sebagai pelindung orang lain.

" Kita memakai masker untuk melindungi orang lain. Siapa tahu kita terinfeksi Covid-19 tapi tidak memiliki gejala. Jadi pakai masker supaya orang lain tidak tertular," kata Wiku, Rabu, 15 April 2020.

Wiku menuturkan, setiap orang bisa membuat sendiri masker yang diperlukan dengan bahan kain.

Syarat minimal masker kain yang direkomendasikan yakni berbahan katun, menggunakan tiga lapis kain, kemudian disesuaikan dengan bentuk wajah.

" Yang penting adalah menutup dagu, mulut, sampai pipi," ucap dia.

Selain berbicara mengenai penggunaan masker, Wiku juga menjelaskan ke masyarakat mengenai dua jenis tes Covid-19.

1 dari 5 halaman

Dua Jenis Tes

Jenis tes pertama yaitu rapid test atau tes cepat. Tes jenis ini mengambil sampel darah untuk mengukur kondisi antibodi di tubuh peserta tes. Sehingga dapat diketahui reaksi tubuh peserta tes untuk melawan virus.

Tes kedua yaitu apa yang dikenal sebagai  Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RTPCR), yang dapat memberikan hasil lebih akurat. Pada masyarakat umum, tes ini lebih populer dengan nama test swab.

RTPCR mengambil cairan tubuh yang paling banyak mengandung virus. Tes ini dilakukan dengan menggunakan alat usap melalui hidung. Selain dari hidung, sampel cairan tubuh untuk tes ini dapat juga diambil dari dahak.

Pentingnya melakukan tes swab atau RTPCR disebabkan mungkin saja seseorang dinyatakan negatif Covid-19 saat dilakukan rapid test, karena daya tahan tubuhnya sedang bagus. Namun saat dilakukan tes swab baru diketahui tubuhnya telah terinfeksi virus corona.

Meski begitu, Wiku mengingatkan kembali bahwa penggunaan masker dan dua macam tes di atas hanya merupakan bagian dari upaya pembatasan gerak penyebaran virus corona.

" Cara-cara untuk memutus rantai Covid-19 adalah menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun, dan tetap menjaga jarak," kata dia.

2 dari 5 halaman

Juan Beli Masker Rp36 Juta di Instagram, Astaga yang Didapat Malah...

Dream - Penggunaan masker yang masif saat wabah Corona Covid-19 di Indonesia, membuat pasokan masker semakin terbatas. Hal itu dirasakan warga Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel).

Karena ingin melindungi diri dari penularan Covid-19, Juan (30), warga Kecamatan Ilir Barat (IB) 1 Palembang Sumsel berusaha mencari masker di berbagai pusat perbelanjaan hingga apotek.

Akibat pasokan masker yang kosong, membuat Juan berusaha membeli masker di media sosial (medsos) Instagram.

Dia pun juga berencana untuk menjual masker di Kota Palembang, di tengah tingginya kebutuhan masker oleh masyarakat.

Namun sayangnya, niat Juan akhirnya berbuah pahit. Paket masker yang tiba di kediamannya, ternyata tak seperti yang dibayangkannya.

" Karena sekarang ini kebutuhan masker sangat tinggi, sementara barangnya langka. Maka saya mau pesan masker di online shop Instagram saja," ujarnya, saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, dilansir dari Liputan6.com, Sabtu 11 April 2020.

3 dari 5 halaman

Setelah sepakat memesan masker dalam jumlah besar, Juan lalu bertukar nomor telepon dengan pemilik akun online shop tersebut. Pemilik akun Instagram tersebut mengaku bernama Intan Karlina.

Setelah berkomunikasi, Juan lalu mentransfer uang pembelian masker hingga puluhan juta rupiah, pada hari Sabtu 2 April 2020. Intan Karlina berjanji, akan mengirim paketan masker Juan secepatnya.

" Saya transfer sebesar Rp 36,4 juta. Katanya barang bakal sampai dua atau tiga hari lagi," katanya.

4 dari 5 halaman

Isi Paket Bukan Maskter, Ternyata Saat Dibuka..

Lalu, pada hari Senin 6 April 2020, paket masker yang dijanjikan pun sudah datang ke rumah Juan. Bahkan paket tersebut dikemas dengan kotak kardus berukuran 1 meter kubik.

Saat paket kardus tersebut dibuka, Juan sangat kaget. Karena isi paket kardus tersebut bukan masker seperti yang dia pesan, melainkan isinya belasan batu bata.

" Saya heran, kok batu bata. Orang ini salah kirim atau gimana. Tapi yang transaksi online sama saya ya si Intan itu," ungkap Juan.

Juan kemudian menghubungi nomor Intan, tetapi nomornya tidak aktif. Merasa ditipu, Juan akhirnya melaporkan kasus penipuan ini ke SPKT Polresta Palembang.

5 dari 5 halaman

Diusut Polisi

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT AKP Heri mengatakan, pihaknya kini sedang menelusuri keberadaan pemilik akun tersebut.

" Ini akan menjadi atensi Satreskrim Polrestabes Palembang, laporannya segera kami tindaklanjuti," katanya.

Diakuinya, hingga kini sudah banyak penipuan yang terjadi di medsos yang dilaporkan ke Polresta Palembang. Ia mengimbau masyarakat, agar jangan mudah percaya dengan penawaran barang di medsos, terutama dengan harga sangat murah.

(Sumber: Liputan6.com/)

Beri Komentar