Tim Penyedia Layanan Haji Kemenag Segera Bertolak ke Saudi

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 7 Februari 2019 18:03
Tim Penyedia Layanan Haji Kemenag Segera Bertolak ke Saudi
Tim persiapan akan bertugas selama 45 hingga 80 hari.

Dream - Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama akan memberangkatan tim penyediaan layanan haji di Arab Saudi. Mereka terbagi menjadi tiga tim, yaitu diantaranya, tim akomodasi, transportasi darat, dan katering. 

“ Akhir pekan ini atau awal pekan depan, mereka akan diberangkatkan ke Arab Saudi,” kata Dirjen PHU Nizar Ali dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 07 Februari 2019.

Nizar menyebut, saat ini sedang memberi pembekalan akhir ke masing-masing tim. Upaya itu untuk memastikan semua memahami tugas dan prosedur kerjanya.

“ Sebelum berangkat, mereka harus menandatangani Pakta Integritas sebagai komitmen untuk bekerja secara profesional, tranparan, dan akuntabel,” ujar dia.

Nizar mengatakan, kebijakan pengadaan layanan tahun ini akan menggunakan sistem pemesanan ulang (repeat order) untuk penyedia layanan pada musim haji tahun lalu. Di luar sistem itu, tim juga akan mencari penyedia layanan baru sesuai kriteria yang ditetapkan.

“ Prinsipnya, tim harus bekerja sesuai Pedoman dan SOP penyediaan. Semua harus dilakukan dengan hati-hati dan rambu-rambu yang jelas sehingga lebih transparan dan akuntabel,” ucap dia. (ism) 

 

 

1 dari 2 halaman

Gambaran Sistem Sewa Hotel

Sementara itu, Direktur Layanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis mengatakan selain staf PHU, di tim tersebut juga ada perwakilan dari Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub dan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung.

Sri Ilham menyebut, proses penyediaan ketiga layanan ini membutuhkan waktu cukup lama. Tim Akomodasi dengan 12 personil akan bertugas selama 86 hari.

Tim Konsumsi dengan 11 anggota bertugas selama 60 hari. Sedang Tim Transportasi Darat dengan 11 personil akan bertugas selama 45 hari.

Dalam bertugas, tim dituntut menguasai substansi bidang pekerjaan pengadaan dan penyediaan barang dan jasa, mampu berkoordinasi dan berkomunikasi bahasa Arab, memahami administrasi perkantoran serta, menguasai teknologi informatika.

Tahun ini, Kementerian Agama rencananya akan menyewa hotel untuk kapasitas 210.717 orang di Mekah dan kapasitas 208.795 orang di Madinah. Layanan akomodasi ini akan ditempati jemaah dan petugas haji Indonesia, termasuk juga hotel cadangan.

Tahun lalu, lebih dari tujuh puluh perusahaan katering yang menjalin kontak kerjasama untuk penyediaan makanan bagi jemaah haji Indonesia. Sebanyak 15 katering berada di Madinah, 36 di Mekah, 2 katering di bandara dan 19 katering di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina).

 

 

2 dari 2 halaman

Jutaan Kotak Makanan

Sri Ilham menyebut, total ada 3.720.036 kotak makan yang harus disiapkan di Madinah. Sementara kebutuhan di Mekah mencapai 8.264.240 kotak makan, Jeddah 206.040 kotak makan, sedang di Armina 3.306.920 kotak makan.

" Total lebih 15,4 juta box katering yang harus disiapkan," ujar dia.

Sedang terkait transportasi darat, setidaknya dibutuhkan 4500 trip untuk mengangkut jemaah haji Indonesia dalam enam rute pergerakan, yaitu: Bandara AMAA ke Hotel di Madinah, Madinah – Mekah, lalu Mekah – Jeddah untuk gelombang pertama, serta Bandara KAAIA (Jeddah) ke Makkah, Mekah – Madinah, dan Madinah – Bandara AMAA untuk gelombang kedua.

“ Selain itu dibutuhkan 400 bus shalawat yang akan mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram, pulang pergi,” kata dia. (ism)

Beri Komentar