Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Foto: Shania Suha Marwan
Dream - Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah artis tanah air melakukan transplatasi rambut. Jika kebanyakan selebritas Indonesia memilih melakukan transplatasi rambut di luar negeri, Kaka Slank berbeda.
Pemilik nama asli Akhadi Wira Satriaji ini mengaku melakukan treatment transplatasi rambut dua bulan lalu. Artis 48 tahun menyadari bahwa dalam lima tahun terakhir telah terjadi proses kemunduran pada bagian garis rambutnya.
Kaka akhirnya memutuskan melakukan transplatasi rambut. Jika kebanyakan artis memilih Turki sebagai negara untuk melakukan treatment satu ini, Kaka memilih tetap menjalankannya di Indonesia.
Ia memercayakan rambutnya kepada Farmanina, pemilik Farmanina Aesthetic & Hair Clinic. Kaka merasa lebih rela menggunakan uangnya di dalam negeri, dibanding negara lain.
© Foto: Shania Suha Marwan
Farmanina, yang merupakan ahli di bidang transplatasi rambut dan sudah mendapatkan sertifikasi internasional dari DHI (Direct Hair Implantation) Medical Group, memberikan penjelasan tentang keahliannya.
Dari banyaknya jenis perawatan transplatasi rambut, yang menjadi pilihan Farmanina adalah DHI, yang diketahui memiliki tingkat keberhasilan 97%.
Teknik yang dilakukan adalah pertama dokter yang memiliki kemampuan ini akan melakukan pengambilan folikel rambut satu persatu, dengan protokol DHI yang melakukan alat ekstrasi khusus berdiameter 0.7mm. Folikel rambut akan diambil pada bagian belakang kepala, yang memiliki kualitas baik, dan dengan kondisi tertentu.
Selanjutnya, folikel akan dipisahkan berdasarkan jumlah rambut dan disimpan pada suhu 0-4’. Untuk mendapatkan kodisi folikel rambut yang masih sehat dan siap ditanamkan, proses ini akan berlangsung cepat, dan tidak boleh lebih lama dari delapan jam.
Terakhir, fase implantasi, dimana folikel rambut akan dipasangkan langsung menggunakan DHI Implanter yang sudah dipatenkan. Dalam proses ini, akan dilakukan dengan mengatur kemiringan, dan arah kedalaman yang tepat agar hasilnya terlihat natural.
Salah satu alasan teknik ini sangat direkomendasikan, karena hasilnya akan terlihat lebih natural, dan tidak akan meninggalkan luka. Jika dilakukan oleh ahlinya, kamu akan mendapatkan rambut sesuai keinginanmu.
“ Di seluruh dunia, metode DHI merupakan metode terbaik dengan tingkat keberhasilan paling tinggi dan telah digunakan selama puluhan tahun,” ungkap Cintawati Farmanina, dokter ahli transplantasi rambut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam