Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mendiang Francisco Tchikuteny Sabalo Di Tengah Istri, Anak, Cucu, Dan Cicitnya. (Foto: Armando Chicoca)
Dream - Baru-baru ini pemakaman seorang tokoh masyarakat yang disegani di Angola menyedot ribuan orang. Selama dilakukan di tengah merebaknya wabah Covid-19, mendiang juga meninggalkan istri yang jumlahnya bisa membuat orang tercengang.
Untuk diketahui, pemerintah Angola telah menerapkan aturan social distancing dan larangan berkumpul lebih dari 50 orang saat pandemi Covid-19.
Namun pada pemakaman Francisco Tchikuteny Sabalo pada hari Minggu, 19 April 2020 itu, pengantar yang hadir jumlahnya ekstra banyak. Selain warga biasa, pemakaman itu dihadiri oleh 156 anak dan 250 cucunya.
Ribuan pelayat tidak hanya menyanyi, memeluk, dan menangisi peti mati berisi jenazah Tchikuteny. Mereka juga mengangkatnya secara bergantian hingga ke pemakaman di Giraul do Meio yang berada tidak jauh dari kota pelabuhan Namibe.
Kepada VOA Portugis, kerabatnya mengatakan Tchikuteny, yang usianya baru menginjak 70-an, meninggal pada Selasa lalu karena kanker prostat.
Salah seorang putranya, Lumbaneny Sabalo, mengatakan ayahnya telah berobat hingga ke Luanda dan tempat lain lebih dari setahun yang lalu.
" Tetapi kemudian memutuskan untuk pulang agar jika Tuhan memanggilnya, setidaknya dia meninggal di samping anak-anak dan ibu mereka," kata Lumbaneny.
Dalam pidatonya, pemimpin pemakaman mengatakan Tchikuteny adalah 'manusia yang lengkap' yang memberi perhatian besar pada pendidikan dan keluarga.
Semasa hidupnya, Tchikuteny memiliki 49 istri. Namun tujuh di antaranya telah diceraikannya sehingga jumlah istrinya tinggal 42 orang.
Meski praktik poligami dilarang di negaranya, Tchikuteny yang seorang non-Muslim tetap mengamalkannya.
Istri pertama Tchikuteny, Eva Domingos Bartolomeu, mengatakan kepada VOA bahwa dia berharap keluarganya tetap bersatu, sesuai dengan keinginan mendiang suaminya.
" Aku akan melakukan apa saja untuk memberi makan anak-anaknya dan tetap sehat," katanya.
Keluarga besar Tchikuteny memiliki mata pencaharian utama sebagai petani dan peternak.
Pada 2015, Tchikuteny mengatakan kepada VOA bahwa ia punya perhatian besar pada pendidikan.
Dia menghabiskan lebih dari US$1.500 atau Rp23,3 juta per tahun untuk membeli perlengkapan sekolah.
Dia juga menyatakan keinginan untuk melihat beberapa anaknya punya karier di bidang sains dan teknologi.
Tiga anak perempuannya saat ini sedang mempelajari ilmu kedokteran. Sedangkan dua putranya belajar ilmu komputer.
Menurut keluarganya, Tchikuteny menjadi ayah dari 281 anak, tetapi 125 di antaranya meninggal dunia.
Tchikuteny telah meninggalkan 42 orang istri, 156 anak, 250 cucu, dan 67 cicit.
(Sah, Sumber: VOANews)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya