Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Richard Rose (Foto: Facebook)
Dream - Akibat menolak memakai masker, seorang veteran Angkatan Darat Amerika Serikat di Ohio meninggal dunia akibat komplikasi penyakit dari infeksi virus corona.
Menurut kabar kematian yang dilansir oleh laman People, Richard Rose III, 37 tahun, dari Port Clinton, meninggal pada 4 Juli.
Richard diketahui telah bertugas di Angkatan Darat AS selama sembilan tahun dan mengabdi di dua tempat yaitu Irak dan Afghanistan.
Pada 28 April yang lalu, dia mengunggah sebuah narasi di akun Facebooknya bahwa dia mengabaikan imbauan resmi untuk mengenakan masker selama pandemi virus corona.
Menurutnya penggunaan masker hanya 'trend' belaka.
" Mari saya jelaskan tentang ini," tulis Rose.
" Saya tidak akan membeli masker itu. Saya sudah sampai sejauh ini di mana saya tidak akan membeli barang itu."
Posting kontroversial itu mengumpulkan lebih dari 5.000 reaksi, lebih dari 800 komentar, dan sejak itu dibagikan oleh hampir 20.000 orang.
Dalam kolom komentar, banyak orang mengkritik keputusan Rose untuk tidak memakai masker, beberapa mengejek veteran itu setelah mendengar tentang kematiannya.
" Rick sedang dibicarakan saat ini karena keputusannya menolak menggunakan masker merupakan tindakan yang salah," kata Nick Conley, seorang teman Rose, kepada stasiun lokal WOIO.
" Kita harus tetap berbelas kasih meski kita berbeda pendapat. Seseorang telah meninggal dan kita harus tetap memiliki belas kasihan."
Conley mengatakan dia " terkejut" oleh kematian Rose, dia tidak pernah mengira virus itu akan membunuh seseorang seusia Rose.
" Anda mendengar tentang virus ini dan Anda tidak berharap itu memengaruhi orang, orang muda seperti kita," jelasnya.
Menurut WOIO, Rose dinyatakan positif COVID-19 pada 1 Juli dan meninggal tiga hari kemudian.
Keluarganya mengatakan kepada bahwa ia tidak memiliki riwayat penyakit.
" Sangat mengerikan bahwa kami kehilangan Rick tetapi bagian yang lebih tragis dari itu adalah siapa lagi yang terinfeksi karena tindakan yang ia pilih," tambah Conley.
Dia berharap keputusan Rose untuk tidak memakai masker akan menjadi sebuah peringatan bagi orang lain selama pandemi ini.
Sumber: People
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya