Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi Bayi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kejadian tragis menimpa bayi berusia enam bulan asal Tegal Jawa Tengah. Bayi ini meninggal dunia setelah dibawa orangtuanya motoran dari Tegal ke Surabaya demi menonton pertandingan sepakbola Persebaya Surabaya vs Persita Tangerang Senin, 1 Agustus 2022.
Hal ini disampaikan oleh sang ayah FJ lewat akun twitternya @jungkangFamily. Di akun tersebut, sang ayah mengaku menyesal karena kelakuannya yang egois membawa bayinya demi nonton klub idolanya.
" Akhirnya saya belajar apa makna " Persebaya Sak Tekone Izrail" berkat ketololan yg terbungkus ego dan kesombongan saya, Yang nekat mengajak anak saya yang berusia 6 bulan untuk away dari Tegal ke Surabaya demi melihat @persebayaupdate bertanding home perdana. Semoga cukup saya saja yg tolol,” kata akun Twitter jungkangFamily dikutip Dream, Minggu 7 Agustus 2022.

Menurut FJ setelah sampai Surabaya anaknya merasakan batuk-batuk dan sesak napas. Ia dan istrinya akhirnya membawa anak mereka ke Rumah sakit Ewa Pangalilla di Kawasan Gunung Sari.
" Awalnya kamu sekeluarga motoran dengan penuh antusias menyambut laga home perdana. Pergi dri Tegal jam 17.38 WIB hari Sabru sampai Surabaya jam 07.15 WIB hari minggu. Anak saya batuk-batul semacam ada dahak, napas agak sesak. Kemudian dibawa ke RS Ewa Pangalila daerah Gunung Sari," ucapnya.

Di rumah sakit, anaknya tidak mendapatkan pertolongan maksimal karena peralatan rumah sakit yang tidak memadai. Akhirnya anak mereka dirujuk ke RSAL Surabaya.
" Dirujuk ke RSAL awal malapetaka karena ternyata mengeluarkan ambulance itu susah meski kami pasien rujukan akhirnya kami membawa sendiri dengan motor," kata FJ.
Selama perjalanan kondisi anaknya terus melemah. Bahkan sampaicdi rumah sakit dan mendapatkan pertolongan nyawa anak tak tertolong.
" Kena lampu merah di depan DTC Wonokromo dan kepalang sepur lewat Wonokromo jga hingga akhirnya sudah terllau lemah dan tak tertolong meski dokter RSAL sudah berusaha maksimal," tuturnya.

FJ mengaku menyesal atas kejadian sang buah hati. Ia juga meminta warganet untuk tidak meniru aksinya.
" Tolong jangan tiru ketotolan saya yang ajak anak bayi usia 6 bulan untuk nonton bola di jam malam. Karena anak saya akhirnya meninggal dunia akibat masuk angin. Cukup saya saja uang tolol yang lain jangan," tuturnya.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya