Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(thevocket.com)
Dream - Beberapa tahun belakang ini dunia medis digemparkan dengan penelitian sejumlah ilmuan dari Amerika Serikat yang ingin melakukan transplantasi organ lintas-spesies.
Mengingat minimnya donor organ manusia, penggunaan jantung, paru-paru atau hati hewan untuk menyelamatkan nyawa manusia telah lama diteliti dan diuji coba.
Hewan babi pun digadang-gadang bakal menjadi solusi masalah kekurangan donor organ manusia. Babi dipilih karena ukuran organnya yang hampir sama dengan manusia.

Dilansir dari thevocket, dalam satu laporan pada tahun 2014, para ilmuan telah membuktikan hasil DNA babi mampu menumbuhkan kembali otot kaki manusia dengan menggunakan metode implan yang dibuat dari jaringan kencing babi.
Kendati demikian, para ahli mengatakan itu adalah langkah awal yang menjanjikan dan menggairahkan.
Tantangan selanjutnya adalah mencari solusi terhadap kekhawatiran adanya penolakan dari tubuh manusia penerima donor, serta infeksi virus yang ikut terbawa dari DNA babi.
Ada sebanyak 25 virus jamak yang ditemukan tersembunyi pada tubuh babi (porocine endogenous retroviruses). Virus tersebut selama ini adalah rintangan besar untuk mentransplantasi organ babi ke manusia.
“ Suatu hari nanti, pasien penyakit jantung dapat menikmati hidup baru dengan jantung babi berdetak di dada mereka,” ujar tim peneliti gabungan dari Amerika Serikat dan Jerman.
Namun menurut Dr. Sarah Chan, peneliti dari Universitas Edinburgh, usaha para ahli menemukan solusi masalah kekurangan donor organ ini dapat menimbulkan sangat banyak kontroversi. Apalagi hewan mamalia tersebut diharamkan oleh sejumlah agama.
“ Meskipun nantinya masalah ilmiah dan keamanan sudah bisa diselesaikan, akan banyak dampak dan reaksi sosial terkait transplantasi organ babi di tubuh manusia”. ujar Chan.
Para ilmuan menargetkan jantung, hati dan ginjal karena organ ini adalah yang paling banyak dibutuhkan. Diperkirakan percobaan transplantasi bakal dilakukan awal tahun 2019.
Namun ia hanyalah perkiraan saja, penelitian secara rinci dan teliti masih lagi di dalam penelitian.
(Sah/thevocket.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya