Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Keringkan Daging Di Depan Kompresor AC (Shin Min Daily News)
Dream - Ada satu pemandangan yang bisa dijumpai saat melintas di Beach Road, Singapura. Pemandangan tersebut yaitu lembaran-lembaran daging yang dijemur di ruang terbuka.
Tetapi, bukan di bawah sinar matahari. Daging-daging itu dikeringkan di depan kompresor AC yang berdebu.
Ternyata, praktik ini berlaku umum di Beach Road. Daging-kering tersebut dipakai untuk membuat dendeng yang selanjutnya dijual kembali baik ke pelanggan rumahan atau ke toko di Komplek Golden Mile.
Harian Shin Min melaporkan seorang pria usia 60 tahun mengaku mengeringkan daging di depan kompresor AC hampir setiap hari. Di hari baik, dia bisa mendapatkan daging dengan kondisi 80 persen kering.
Praktik ini membuat warga yang melintas di Beach Road merasa jijik. Mereka menyebarkan foto daging yang dikeringkan lengkap dengan serangga yang mengerumuninya.
Dikutip dari Asia One, Sebagian warga juga mengeluhkan bau amis yang kuat. Mereka terpaksa menghindari lorong pada Blok 1 Beach Road akibat tidak tahan dengan bau amis tersebut.
Badan Nasional Lingkungan Hidup Singapura (NEA), tengah menggelar investigasi atas kasus ini. Badan ini mendapat banyak keluhan dari masyarakat mengenai praktik pengeringan daging di depan kompresor di Blok 1 dan 6.
" NEA tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang melanggar Undang-undang Kesehatan Lingkungan Masyarakat," ujar juru bicara NEA.
" Kami juga menyarankan masyarakat tidak mengonsumsi makanan yang diolah secara buruk karena bisa jadi tidak aman," demikian lanjut juru bicara tersebut.
Seorang warga menceritakan betapa jijiknya dia melihat daging-daging dikeringkan dengan tidak higienis. Dia menyatakan praktik tersebut baru berlangsung, bukan sejak lama.
" Mereka tidak melakukannya sepanjang waktu, ketiga hari sedang panas atau cerah, mereka akan melakukannya," kata dia.
Sementara warga lain menyatakan orang yang menjemur daging tersebut bukanlah pemilik flat. " Saya sering melihat orang melintas di belakang flat saya sembari membawa daging," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya