Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mantan Wali Kota Teheran, Iran, Mohammad Ali Najafi (Aljazeera.com)
Dream - Politisi dan mantan Wakil Presiden Iran, Mohammad Ali Najafi, 67 tahun, ditahan kepolisian setempat. Dia diduga telah membunuh istrinya, Mitra Ostad, 35 tahun.
Penahanan terjadi pada Selasa, 28 Mei 2019. Keesokan harinya, Najafi menjalani sidang perdana pada pengadilan pidana.
Dikutip dari Aljazeera, Najafi ditahan ketika dia berjalan menuju Departemen Kepolisian Teheran untuk mengaku telah menembak Ostad. Kepolisian menyebut motif penembakan itu adalah persoalan rumah tangga.
Penahanan berlangsung beberapa jam setelah sejumlah kantor berita melaporkan, jasad Ostad ditemukan di kamar mandi di apartemennya di Teheran Utara. Tubuhnya mengalami lima luka tembak.
Satu peluru dilaporkan menembus dada. Sementara peluru lainnya mengenai lengan Ostad.
Ostad merupakan salah satu dari dua istri Najafi. Foto pernikahan kedua Najafi tersebar ke publik tahun lalu setelah dia mengundurkan diri dari jabatan Wali Kota.
Hal itu menimbulkan sejumlah kritik pada Najafi, meski hukum Iran membolehkan poligami.
Najafi bukan sosok politisi biasa. Dia pernah memegang sejumlah jabatan penting seperti Wali Kota Teheran, memimpin kementerian sains, dan edukasi serta sejumlah jabatan lainnya.
Dia menjadi target serangan kritik kelompok garis keras sejak menjabat sebagai Wali Kota Teheran.
Dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi, Najafi mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Dia mengaku kerap meminta cerai dengan Ostad namun istrinya itu selalu menolak.
" Istri kedua saya sering mengancam saya akan menghancurkan kehidupan istri pertama dan putri saya, lalu menghancurkan hidup saya dengan berselingkuh," kata Najafi.
Dia mengaku awalnya berniat menakut-nakuti istri keduanya dengan pistol. Tetapi, secara tidak sengaja dia menembakkan pistol itu setelah terlibat perkelahian dengan Ostad.
Wawancara Najafi dengan stasiun televisi Iran menimbulkan kemarahan publik. Mereka mengkritik stasiun televisi karena menayangkan wawancara atas kasus yang masih dalam tahapan penyidikan.
" Sama sekali tidak bisa dipercaya! Atas dasar apa, sebelum pengadilan digelar dan penyidikan dinyatakan lengkap, mereka mewawancarai terdakwa dan mempublikasikannya di media?" kritik jurnalis Iran, Moein Khazaeli. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya