Unggahan Annisa Pohan Sebelum Bu Ani Wafat Jadi Sorotan

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 2 Juni 2019 09:41
Unggahan Annisa Pohan Sebelum Bu Ani Wafat Jadi Sorotan
Wajah Ani Yudhoyono waktu itu tampak...

Dream - Annisa Pohan mengunggah aktivitas Ani Yudhoyono saat menjalani perawatan di National University Hospital (NUH) Singapura. Dalam video tersebut, Ani sedang duduk dan menggerakkan kakinya di pedal.

"15 Mei 2019. Di sini Memo dalam kondisi yang paling baik dari 4 bulan di rumah sakit, karena hasil darahnya cukup bagus untuk keesokan harinya diperbolehkan keluar kamar sebentar untuk menghirup udara segar," kata Annisa, Sabtu, 2 Juni 2019.

Annisa mengatakan, kegiatan berolahraga ringan itu dilakukan di malam hari. Ani, kata Annisa, sangat semangat untuk dapat kembali berjalan.

"Terlihat mukanya sangat bahagia karena tidak sabar menyambut besok," ujar dia.

 

1 dari 6 halaman

Maafkan Annisa...

Ani dalam video itu, tampak mengatakan gerakan memainkan pedal itu untuk melancarkan aliran darah. Sebab, selama menjalani perawatan kaki Ani tampak bengkak.

Ani menjalani aktivitas itu dengan penuh semangat.

Tapi, Annisa tidak menyangka tidak lama setelah itu kondisi Ani kembali turun.

" Ya Allah maafkan hamba kalau selama menjadi menantu Memo perilaku dan perkataan saya menyakiti hati Memo," ucap dia.

" Memo maafkan Annisa, Annisa merasa belum maksimal dalam merawat Memo, seharusnya Annisa bisa lebih baik lagi," kata dia.

2 dari 6 halaman

SBY Cium Ani Yudhoyono Berulang Kali untuk Terakhir Kalinya

Dream - Ani Yudhoyono, mantan ibu negara Indonesia menghembuskan napas terakhir hari ini, Sabtu, 1 Juni 2019 di National University Hospital, Singapura sekitar pukul 11.50 waktu setempat. Di hari terakhirnya, Ibu Ani ditemani seluruh keluarga besarnya.

" Semua (keluarga besar) di sini," kata Hatta Rajasa di Komplek NUH mewakil keluarga besar Susilo Bambang Yudhoyono dalam pernyataannya kepada pers seperti ditayangkan sejumlah televisi.

Menurut Hatta, seluruh anggota keluarga SBY merasa kehilangan dengan sosok Ibu Ani. Namun dia memastikan putra dan menantu sudah ikhlas melepas kepergian Ibu Ani.

Rasa kehilangan yang sama juga dirasakan oleh presiden Indonesia keenam, SBY. Menurut Hatta, sebagai suami yang telah mendampingi selama 43 tahun terlihat rasa duka yang mendalam dari besarnya tersebut.

" Namun beliau ikhlas menerima takdir Allah," kata Hatta.

 

3 dari 6 halaman

Yang Dilakukan Sebelum Peti Ditutup

Sementara Sekjen Parta Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan SBY yang tengah dalam kondisi duka masih tetap mempersiapkan proses pemakaman Ibu Ani dengan matang.

Menurut Hinca, rencananya anggota keluarga besar SBY dan Sarwo Edhi Wibowo akan kembali ke Tanah Air untuk mempersiapkan kedatangan jasad mendiang di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

" Pak SBY juga tak mau terburu-buru dan disiapkan dengan matang," kata Hinca.

Diceritakan Hinca jika SBY sempat meminta satu hal saat Ibu Ani telah dimandikan dan dimasukkan ke peti jenazah.

" Dia ingin mencium berkali-kali. Dan tentulah itu kami siapkan," katanya.

Ditambahkannya jika kondisi anak dan menantun SBY telah ikhlas dengan kepergian Ani Yudhoyono. Namun diakui suasana kesedihan sangat terasa.

" Suasana itu, suasana mendalam," ujarnya.(Sah)

4 dari 6 halaman

Dokter Terawan Jelaskan Kondisi Ibu Ani Yudhoyono Sebelum Wafat

Dream - Terawan Agus Putranto, dokter kepresidenan yang ikut merawat Ibu Ani Yudhoyono di National University Hospital (NUH), menjelaskan kondisi terakhir almarhumah sebelum menghebuskan napas terahhir pukul 11.50 waktu Singapura.

" Kondisinya dalam tidak sadar. Memang ditidurkan karena gagal napas," ujar Terawan.

Dia melanjutkan Ibu Ani dipasangi respirator atau alat bantu napas sejak kemarin. Itu usaha-usaha untuk support beliau," kata Terawan.

Kondisi Ibu Ani Yudhoyono memang sempat membaik, namun tiba-tiba mengalami kemunduran. Kata dokter Terawan, itu karena memang dari perjalanan penyakitnya.

" Bukan (karena efek kemoteraphy). Itu semua perjalanan terapi dan penyakitnya," imbuh dia.

5 dari 6 halaman

Terungkap, Makna Panggilan 'Memo' untuk Ani Yudhoyono

Dream - Ani Yudhoyono divonis mengidap penyakit kanker darah. Istri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu terkulai lemas di rumah sakit Singapura.

Kabar tersebut mengundang rasa prihatin yang mendalam. Ucapan doa terus mengalir kepada wanita berusia 66 tahun itu. Tak terkecuali dari pihak keluarga.

Menantu pertamanya, Annisa Pohan, ikut memanjatkan doa lewat akun Instagram. Namun ada yang janggal dari ucapannya.

Bukan 'Ibu' ataupun 'Eyang', Annisa justru memanggil Ani dengan sebutan 'Memo'.

Ternyata julukan itu berawal dari panggilan sayang cucunya, Almira Tunggadewi (Aira) untuk Ani dan SBY.

6 dari 6 halaman

Asal Usul

Di acara talkshow yang tayang pada 2013 lalu, Ibu Ani mengisahkan asal mula julukan Memo.

" Memang Aira memanggil kami Pepo (SBY) dan Memo. Anak-anak juga jadi ikut memanggil kami begitu," ungkapnya di video.

Kata Ibu Ani, julukan tersebut sebenarnya merupakan plesetan dari kata Papa dan Mama.

" Sekarang harusnya Eyang Memo dan Eyang Pepo, tapi kadang-kadang eyangnya hilang," ujarnya sambil tertawa.

Menempati posisi sebagai cucu pertama tentu saja membuat Aira sangat lengket dengan neneknya. Sewaktu kecil, mereka kerap menghabiskan akhir pekan di Cikeas, Jawa Barat.

" Banyak yang kita lakukan bersama. Aira senengnya art, pokoknya terampil sekali tangannya itu. Dia manis sekali, kalau dia membuat sesuatu biasanya langsung diberikan kepada Pepo dan Memo," tutur Ani.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup