Virus MERS Meluas, Seorang Warga AS Tertular

Reporter : Ismoko Widjaya
Senin, 5 Mei 2014 09:34
Virus MERS Meluas, Seorang Warga AS Tertular
Pria asal AS ini seorang pekerja kesehatan. Ia tertular setelah melakukan perjalanan ke Arab Saudi.

Dream –  Sindrom Pernafasan Timur Tengah atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS) mulai merangsek ke banyak negara. Salah satu negara terakhir yang dilaporkan terjangkit adalah Amerika Serikat (AS). Demikian laporan laman USA Today, Senin 5 Mei 2014.

Warga AS yang terpapar MERS adalah seorang pria. Dia kini dirawat di sebuah rumah sakit di negara bagian Indiana. Namun menurut seorang pejabat kesehatan setempat, kondisinya sekarang sudah membaik.

Komisaris Kesehatan Indiana, William VanNess II mengatakan, sejauh ini belum ada kasus MERS lain yang dilaporkan di AS.

Pria AS yang tertular itu merupakan pekerja kesehatan. Sebelumnya dia bepergian ke Arab Saudi saat virus MERS merebak. Akibatnya, saat kembali dari Saudi, dia merasa tidak enak badan. Dia pun datang ke ruang gawat darurat Rumah Sakit Community Hospital di Musnter, Indiana, pada tanggal 27 April lalu. Ia datang dengan keluhan demam, batuk dan sesak nafas.

Ia kemudian didiagnosa tertular penyakit MERS.  Virus itu ditandai dengan gejala pernapasan dan demam. Penyakit ini pertama kali ditemui  dua tahun lalu di Arab Saudi.

Amy Reel , juru bicara Departemen Kesehatan Indiana , mengatakan  akan ada informasi lanjutan. Dia berjanji akan menggelar sebuah konferensi pers hari Senin ini untuk membahas kasus ini.

MERS memang menular, namun pejabat kesehatan mengatakan mereka percaya virus itu menyebar setelah ada kontak dengan penderita. Hal terbaik untuk mencegahnya adalah mencuci tangan secara teratur,  dan menghindari orang lain yang sakit.

Belum ada vaksin untuk penyakit ini. Pengobatan hanya terdiri dari perawatan standar untuk penyakit pernapasan.

MERS lebih berbahaya bagi orang-orang dengan kondisi sistem kekebalan tubuh yang lemah. Usia rata-rata orang yang telah jatuh sakit adalah 51 .

Sejak MERS muncul dua tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia telah mengkonfirmasi  telah terjadi infeksi pada 378 orang di 12 negara. Dari jumlah itu, 107 orang tewas sejak penyakit itu ditemukan pada September 2012.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) di Jeddah, Arab Saudi, juga meninggal dunia karena terjangkit penyakit MERS. WNI berinisial NA berusia 61 tahun itu bukanlah jamaah umroh yang sedang beribadah.

" WNI ini sudah lama tinggal di Arab Saudi," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama saat berbincang dengan Dream, Selasa 29 April 2014.

NA diduga terinfeksi virus MERS Cov dan langsung menjalani perawatan di King Saud Hospital sejak 20 April 2014. Kondisinya terus memburuk. Sampai akhirnya NA meninggal dunia pada 27 April 2014 sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Beri Komentar