Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Dream - Pemerintah Iran bakal melarang rakyatnya untuk menggunakan situs messaging populer, WhatsApp.
Pengumuman itu terjadi setelah dua bulan lalu raksasa sosial media Facebook mengakuisisi WhatsApp dengan nilai fantastis US$19 miliar. Pembelian layanan chatting itu dilakukan dalam bentuk tunai dan saham.
" Aplikasi itu kini telah menjadi milik Mark Zuckerberg (sang pendiri Facebook) yang merupakan 'seorang Zionis Amerika'," kata Abdolsamad Khorramabadi, Ketua Komisi Penanggulangan Kejahatan Internet Iran dilansir FoxNews, Senin 5 April 2014.
Dalam waktu dekat, kata dia, pelarangan serupa kemungkinan juga akan diterapkan kepada Facebook dan situs-situs media sosial sejenis, seperti Viber, Tango dan Instagram.
Salah satu blogger Iran mengatakan kepada FoxNews, alasan itu dinilai hanya akal-akal rezim Hassan Rohaini, Presiden Iran.
" Rezim di Teheran ketakutan akan kekuatan media sosial. Garda Revolusi melihat situs-situs sosial sebagai ancaman besar, karena ini jadi wadah bagi kaum muda bertukar informasi," kata blogger yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Pejabat Facebook belum mau berkomentar mengenai rencana Iran melarang WhatsApp.
Sejak terjadi pemberontakan pasca pemilu di Iran pada Juni 2009, pengunjuk rasa (kalangan anak muda) melayangkan protes ke pemerintah melalui situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, YouTube dan situs blogging. Cara itu dinilai efektif dan aman untuk menyuarakan perbedaan pendapat politik.
Pemerintah Iran tak tinggal diam, mereka makin ketat melakukan pengawasan jaringan internet. Bahkan, mencetuskan program Net Halal atau Intranet Islami, jadi masyarakat di sana hanya diperbolehkan mengakses situs yang disetujui pemerintah.
Advertisement
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai

Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane


3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah

5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula

Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A