Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: TheVocket
Dream - Jika kamu merencanakan liburan ke Eropa dalam waktu dekat, jangan lupa selalu waspada pada barang bawaanmu.
Supaya liburan kamu berakhir menyenangkan, simpanlah uang dan paspor di tempat yang aman agar tidak kecopetan.
Pengalaman kurang menyenangkan saat berlibur di Eropa baru saja dialami dua orang turis asal Thailand bernama Nina Spencer dan Toi.
Melansir Thevocket.com, keduanya tengah berjalan menyeberang Cambridge Circus sambil membuat vlog perjalanan mereka di London, Inggris.
Usai menyeberang, Toi kemudian mengecek tas miliknya. Sontak ia pun tersadar, tas kecil berisi 400 pound sterling atau sekitar Rp7 juta dan kartu kreditnya sudah lenyap diambil copet.
Kebetulan saat itu Nina tengah membuat vlog. Ia kemudian berinisiatif segera memutar kembali rekaman ketika mereka menyeberang jalan dan berhasil melihat kejadian sebenarnya.
Pada rekaman itu tampak dua orang perempuan berbusana rapi, diduga mereka adalah komplotan pencopet.
Perempuan pertama mengenakan jumper dan kacamata hitam, satunya lagi terlihat memakai jaket kulit hitam sambil memegang ponsel.
Pada saat itu, perempuan memakai kacamata terlihat memakai katong belanja besar, untuk menutupi tangannya yang merogoh tas Toi dan berhasil meraih tas kecil di dalamnya.
Setelahnya, muncul perempuan memegang jaket oranye, juga memakai kacamata hitam. Ia berjalan di belakang perempuan yang tadi merogoh ke dalam tas Toi dan tampak menerima tas kecil yang sekarang hilang.
Setelahnya, ketiga perempuan diduga komplotan pencopet tersebut berjalan ke tiga arah berbeda.
Dengan menyertakan rekaman, Nina diketahui sudah melaporkan kejadian ini pada polisi.
Berikut videonya:
Melansir dari Bored Panda, rata-rata ada 600 ribu kejadian pencopetan setiap tahunnya di Britania Raya. Tingkat kejahatan ini menanjak sampai 20 persen di antara tahun 2010--2012.
Kota-kota dengan kasus pencopetan tertinggi berdasarkan ulasan pengguna TripAdvisor adalah Barcelona, Roma, Praha, Madrid, Paris, Florence, Buenos Aires, Amsterdam, Athena, dan Hanoi.
Sayangnya, turis selalu jadi target langganan para copet. Mereka biasa stand by di banyak atraksi turis. Mulai dari jalanan, sampai pusat-pusat keramaian lain, bahkan di kuil sekalipun.
Lewis Sage-Passant, mantan anggota militer asal Inggris menyarankan, turis jangan sampai mengidentifikasi di mana persisinya barang berharga diletakkan.
" Jangan berikan pencopet sinyal dengan terus memegang kantong untuk memeriksa dompet Anda, misalnya," tutur Lewis.
Dream - Sebuah video postingan warganet dengan akun Facebook milik Eris Riswandi viral di media sosial. Lewat akunnya, Eris Riswandi mengunggah video aksi copet pria yang menyamar menjadi ibu-ibu.
Dalam video tampak suasana pasar yang riuh saat seorang copet berhasil tertangkap warga. Saat awal video terlihat copet itu adalah seorang ibu-ibu dengan kerudung berwarna krem.
Namun saat berhasil diamankan barulah terungkap, copet itu adalah seorang pria yang menyamar menjadi ibu-ibu dengan menggunakan kerudung.
Kejadian itupun sontak membuat warga jengkel. Tampak seorang pria yang memakai topi menarik kerudung si pencopet lalu melayangkan pukulan.
Dalam postingannya, Eris Riswandi tidak menyebutkan kapan kejadiannya, dan di daerah mana lokasi pencopetan ini.
Namun jika diperhatikan dari video, kejadian itu terjadi di area jalan raya di depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Seperti banyak di beritakan, pasar Tanah Abang memang rawan copet. Terlebih dengan membludaknya pembeli menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Pelaku mencari kesempatan dalam kesempitan di tengah keramaian. Masyarakat diharapkan agar lebih berhati-hati saat berbelanja di sekitar Pasar Tanah Abang. Ini lantaran pelaku kejahatan selalu lebih cerdik di setiap melakukan aksinya.
Lihat videonya di halaman berikut...
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya