Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (Albawaba)
Dream - Ketua Parlemen Turki, Ismail Kahraman, menyerukan penerapan “ konstitusi Islam” dan meninggalkan sekularisme. Seruan ini menjadi kebalikan dari prinsip dasar pendiri Republik Turki modern.
“ Untuk satu hal, konstitusi baru seharusnya bukan sekularisme,” tutur Ismail Kahraman, sebagaimana dikutip Dream dari laman Albawaba, Selasa 26 April 2016.
Saat didirikan pada 1923, Turki modern telah menerapkan faham sekular. Kala itu, simbol-simbol Islam dilarang. Turki sepenuhnya menerapkan sistim sekular.
Setelah kudeta militer pada tahun 1980, Turki masih tetap menerapkan sistim sekular, namun mereka memandang agama sebagai cara yang efektif untuk melawan ide-ide sosialis. Islam kembali mendapat tempat.
Dan kini, partai berkuasa yang mengusung Presiden Recep Tayyip Erdogan, Partai AK, mendorong amandemen undang-undang dasar yang berlaku saat ini. Mereka ingin konstitusi yang lebih religius.
Anggota parlemen dari PAK dan partai oposisi telah bersepakat dan menilai bahwa negara mereka telah terlambat untuk melakukan amandemen tersebut.
Meski demikian, para kritikus takut konstitusi baru ini akan memberi kekuasaan lebih pada Erdogan. Para kritikus ini takut Erdogan akan mengganti sistim parlementer menjadi sistim presidensial.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya