Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kajian mengenai Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk penggunaan tenaga nuklir sebagai pembangkit tenaga listrik di Turki kian menemui titik terang. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Akkuyu telah dinyakan aman bagi lingkungan.
Hal tersebut terungkat dalam laporan Environmental Impact Assessment (EIA) terhadap proyek PLTN ini. Laporan tersebut terkait proyek konstruksi PLTN Akkuyu yang terletak di Provinsi Mersin ini dimuat dalam dokumen setebal 5.500 halaman.
Dalam keterangan resmi yang diterima Dream, Rabu 3 Desember 2014 disebut jika laporan tersebut menjelaskan kajian dampak pembangkit tenaga nuklir terhadap lingkungan, termasuk pertanian, pariwisata, infrastruktur, lokalisasi produksi, perikanan dan aspek lainnya.
PLTN Akkuyu akan menjadi pembangkit tenaga nuklir pertama yang beroperasi di wilayah Turki. Hal ini sekaligus menandai masuknya industri nuklir dalam proyek pembangunan yang dimulai pada tahun 2011 setelah pemerintah Turki melakukan kerjasama dengan Rusia.
EIA atau Environmental Impact Assessment merupakan istilah dari IAIA (International Association for Impact Assessment) yang didesain untuk mengidentifikasi alam, intensitas dan dampak bahaya dari kegiatan yang telah direncanakan terhadap kondisi lingkungan dan tingkat kesehatan populasi.
Laporan EIA digunakan untuk memproyeksi bisnis atau aktivitas lain untuk membuat keputusan manjerial yang lebih sadar lingkungan sehingga dapat mengidentifikasi dampak yang tidak diinginkan, mengevaluasi dampak ekologi, pertimbangan opini publik, menentukan ukuran untuk mencegah dampak buruk lainnya yang mungkin terjadi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya