Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bendera Turki (Shutterstock)
Dream - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui perubahan nama negara Turki menjadi Turkiye terhitung sejak Rabu, 1 Juni 2022. Perubahan nama tersebut disampaikan langsung oleh Sang Presiden, Recep Tayyip Erdogan.
Setelah disetujui PBB, Pemerintah Turki meminta negara lain dan organisasi internasional untuk mengubah panggilan nama terhadap negara tersebut.
" Kami telah memungkinkan PBB dan organisasi internasional lainnya, dan negara-negara untuk melihat perubahan ini menggunakan 'Türkiye,'" kata Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu
Dikutip dari laman metro.co.uk, perubahan nama itu merupakan bagian dari kampanye rebranding yang diluncurkan oleh Presiden Turki akhir tahun lalu.

" Turkiye adalah representasi dan ekspresi terbaik dari budaya, peradaban, dan nilai-nilai rakyat Turki," kata Presiden Erdogan pada Desember lalu.
Kebanyakan orang Turki sudah mengenal negara mereka sebagai Turkiye. Namun penggunaan nama Turki masih banyak digunakan, bahkan di dalam negeri.
Penyiar negara TRT menjelaskan bahwa salah satu alasan perubahan nama itu untuk menghilangkan citra Turki yang identik dengan hewan kalkun yang secara tradisional dikaitkan dengan Natal, Tahun Baru atau Thanksgiving.

Itu juga menunjukkan definisi Kamus Inggris Cambridge tentang salah satu arti kata sebagai " sesuatu yang gagal dengan buruk" atau " orang yang bodoh atau konyol" .
Sebagai bagian dari re-branding, " Made in Türkiye" akan ditampilkan pada semua produk yang diekspor. Sedangkan untuk kampanye pariwisata, pemerintah setelah meluncurkan slogan " Hello Türkiye" .
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya