Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Tim Damkar Kabupaten Bogor Mengevakuasi Ular Piton Di Sukasari (Intagram @bogor24update)
Dream - Seekor ular piton membuat heboh warga Kampung Cikempong, Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ular tersebut diperkirakan memiliki panjang 3,5 meter.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Sigit Wibowo, mengatakan pihaknya menerima laporan warga soal ular piton tersebut pada Kamis, 30 Desember 2021 jam 09.30 WIB. Regu 1 Rescue Damkar segera bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
" Posisinya ada di antara semak belukar," ujar Sigit.
Ketika akan dievakuasi, kata Sigit, perilaku ular tersebut agresif. Ular berusaha menyerang personel Damkar yang akan menangkapnya.
" Itu ularnya agresif sepertinya belum makan dan baru ganti kulit, jadi agak ganas ularnya," kata dia.
Akibatnya, proses evakuasi sedikit terhambat. Meski begitu, petugas terus berusaha hingga akhirnya ular bisa dievakuasi.
" Kata anak-anak (petugas) di lapangan, ular itu menyerang petugas terus, tapi Alhamdulillah sudah berhasil," ucap Sigit.
Ular tersebut kemudian dibawa ke kantor Dinas Damkar Kabupaten Bogor. " Kita kan ada kandang untuk ular juga," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.
Dream - Semasa di bangku sekolah, pasti pernah belajar tentang perkembangbiakkan hewan, seperti ular.
Selama ini orang hanya tahu kalau cara ular berkembang biak adalah dengan cara bertelur. Namun tidak banyak yang tahu bahwa terdapat juga spesies ular lain yang tidak bertelur.
Sebagian spesies ular ini 'melahirkan' anak seperti yang terlihat dalam video viral berikut ini.
Video berdurasi satu menit itu yang dibagikan di Twitter itu mendapat perhatian ramai netizen.
Sudah ratusan kali di-retweet dan telah ditonton hampir 60 ribu kali dalam tempoh beberapa jam sejak diunggah.

Rata-rata netizen takjub dan merasa heran karena ini pertama kali mengetahui dan melihat ular melahirkan anak.
Terlihat dalam video tersebut seekor ular cantik berwarna hijau berukuran raksasa sedang santuy di atas dahan.

Dari bawah perut ular itu tiba-tiba muncul cairan bening disertai dengan bayi ular berwarna merah kecoklatan.
Bayi ular yang ukurannya cukup panjang itu langsung naik ke atas menuju induknya yang terlihat sangat tenang.
Menurut situs National Geographic, hanya 70 persen saja ular yang beranak dengan cara bertelur yang disebut Oviparous.

Sebenarnya ada lagi jenis ular yang mengerami telur di dalam tubuhnya. Saat menetas ular ini tampak seperti melahirkan.
Ular yang berkembang biak dengan mengerami telur di dalam tubuhnya ini disebut dengan Ovoviviparous
Sementara sisanya lagi berkembang biak dengan cara melahirkan langsung. Jenis ini disebut dengan Viviparous.
Jumlah spesies ular yang berkembang dengan melahirkan anak secara langsung seperti dalam video jumlahnya 30 persen.

Contoh ular Viviparous sejati adalah beberapa jenis ular boa, ular ular pipa ekor merah (ular kepala dua), dan ular air.
Apakah berkembang biak dengan bertelur atau melahirkan, sebagian besar induk ular tidak terlalu peduli anak mereka.
Meski begitu ada beberapa jenis ular akan tinggal selama beberapa hari atau minggu pertama bersama anaknya untuk melindungi dari pemangsa.
Sumber: Siakapkeli.my
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan