Pengakuan Mantan Pejabat yang Diduga Pasok Senjata Aa Gatot

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 7 September 2016 17:10
Pengakuan Mantan Pejabat yang Diduga Pasok Senjata Aa Gatot
AS diperiksa selama tiga jam. Dalam pemeriksaan tersebut, AS membantah disebut sebagai penyedia senpi Gatot.

Dream – Pengusaha asal Bali, AS, membantah telah menyediakan senjata api untuk Gatot Brajamusti. Meski demikian, penyidik Polda Metro Jaya tidak percaya begitu saja dengan keterangan mantan pejabat disebut.

“ Intinya saudara AS masih menyangkal. Tapi polisi tidak akan diam di situ, dari bukti yang ada,” kata Kasat Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Budi Hermanto, di kantornya.

Meski membantah telah menyediakan senjata untuk Gatot, menurut Budi, AS tak menampik telah lama mengenal guru spiritual penyanyi Reza Artamivea itu.

AS mengaku telah mengenal Gatot sejak tahun 2004. Kala itu, AS mengaku diajak penyanyi Reza Artamevia ke padepokan Gatot.

1 dari 2 halaman

Dikenalkan Reza Artamivea

AS diperiksa hari ini, Rabu 7 September 2016, mulai pukul 08.30 WIB hingga 11.30 WIB. Dia diperiksa setelah penyidik menerima keterangan dari Gatot yang mengaku AS sebagai penyedia senjata apinya.

Menurut Budi, AS dicecar sebanyak 32 pertanyaan. “ Waktu diperiksa saudara AS bersikap kooperatif,” tutur Budi.

Usai diperiksa, AS langsung bergegas masuk ke mobil warna hitam. Dia memilih bungkam saat awak media mengajukan pertanyaan.

2 dari 2 halaman

Ada Temuan Mencurigakan di Ruang Kantor Aa Gatot

Dream - Polda Metro Jaya bersama Polda Nusa Tenggara Barat menggeledah kantor Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) pada Senin kemarin. Penggeledahan juga dilakukan di padepokan milik Gatot Brajamusti di daerah Sukabumi, Jawa Barat.

" Kami lakukan penggeledahan di kantor Parfi, tepatnya di ruang pribadi Ketua Parfi di lantai 4, dan juga padepokan Aa Gatot di Sukabumi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono, di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 6 September 2016.

Dua orang kuasa hukum Gatot hadir dalam penggeledahan ini. Selain mereka, hadir pula pejabat sekretariat Parfi dan perwakilan petugas keamanan gedung.

" Tersangka GB menolak hadir," ujar Awi.

Dari penggeledahan di kantor Parfi, penyidik menemukan sejumlah benda mencurigakan seperti satu bungkus kecil berisi serbuk putih. Selanjutnya, barang bukti tersebut dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Polisi nantinya akan memeriksa barang bukti itu di laboratorium. Ini untuk memastikan apakah benda tersebut narkoba atau bukan.

Sementara penggeledahan di padepokan Gatot, Awi mengatakan belum mendapat laporan.

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam