Ustaz Yusuf Mansur Beber Alasan Makam Ustaz Maaher Dekat Syekh Ali Jaber

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 10 Februari 2021 07:01
Ustaz Yusuf Mansur Beber Alasan Makam Ustaz Maaher Dekat Syekh Ali Jaber
"Buat kita yang masih pada hidup, nggak ada yang lebih baik selain memaafkan," kata Ustaz Yusuf.

Dream - Pengasuh Pondok Pesantren Tahfiz Daarul Quran, Ustaz Yusuf Mansur, akhirnya buka suara mengenai pemakaman Ustaz Maaher Ath Thuwailibi. Mendiang yang bernama asli Sony Eranata itu dikebumikan di Komplek Ponpes Daarul Quran Kota Tangerang, Banten, berdekatan dekat dengan makam Syekh Ali Jaber.

Ustaz Yusuf merasa terhormat kawasan pemakaman di pesantren dipercaya menjadi tempat peristirahatan terakhir Ustaz Maaher. Dia mengatakan pemakaman tersebut dipilih atas permintaan dari pihak keluarga.

" Tadi malam (keluarga Ustaz Maaher menghubungi Ustaz Yusuf) kayak keluarga Syekh Ali dulu, bilang seumpama dimakamin boleh kagak? Saya bilang, ya terbuka sekali," ujar Ustaz Yusuf, dalam keterangan tertulis dari Daarul Quran.

Ustaz Yusuf juga mengungkap beberapa alasan terkait pemakaman Ustadz Maaher di dekat makam Syekh Ali Jaber. Menurut dia, agar setiap orang yang berziarah ke makam Syekh Ali Jaber dapat mendoakan Ustadz Maaher juga.

1 dari 7 halaman

Agar Bacaan Alquran Santri Sampai ke Ustaz Maaher

Lokasi makam Ustaz Maaher tepat di samping pusara Syekh Ali Jaber. Selain itu, kebaikan dari bacaan Alquran yang setiap hari para santri dawamkan diharapkan sampai juga ke almarhum Ustaz Maaher.

Di mata Ustaz Yusuf, Ustaz Maaher adalah sosok pekerja keras dan dermawan. Ustaz Maaher kerap berbagi kepada orang lain dari hasil usahanya.

" Orangnya dermawan, dia berani tekor, jualan minyak wangi, kitab, gamis, uangnya dibagi-bagiin ke orang," tutur Ustaz Yusuf.

Lebih lanjut, Ustaz Yusuf meminta seluruh masyarakat untuk mendoakan Ustaz Maaher agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah.

" Bagi kita yang masih pada hidup, nggak ada yang lebih baik selain memaafkan, doakan beliau," kata Ustaz Yusuf.

2 dari 7 halaman

Keluarga Buka Suara Soal Isu Penyiksaan Sebelum Ustaz Maaher Meninggal Dunia

Dream - Keluarga Ustaz Maaher At-Thuwailibi menegaskan tak ada penyiksaan yang dialami tersangka kasus ujaran kebencian tersebut selama di dalam tahanan. Keluarga memastikan Maaher meninggal karena sakit radang usus akut.

" Nah itu (soal sempat disiksa) kami tegaskan dari pihak keluarga itu enggak bener," kata kakak Maaher, Jamal, dikutip dari Merdeka.com, Selasa 9 Februari 2021.

Menurut Jamal, banyak yang bertanya kepada keluarga Maaher tentang kabar adanya penyiksaan itu. Dia memastikan kabar penyiksaan tersebut tidak benar.

" Kalau untuk itu bisa dipastikan enggak benar karena kami juga di beberapa media coba buat bantu counter hoaks itu," tegasnya.

" Karena kan, ya sudah beliau sudah meninggal dan enggak ada sisa napas pun, ya sudah," tambah Jamal.

3 dari 7 halaman

Penanganan Medis Buruk?

Maaher meninggal dunia di Rutan Bareskrim Polri karena sakit yang dialaminya. Ia menghembuskan nafas terakhirnya itu pada Senin, 8 Februari 2021 kemarin.

Novel Bamukmin, kuasa hukum Maaher, menilai, penangan medis yang diberikan kepada kliennya yang mempunyai sakit radang usus akut itu sangat buruk.

" Sakit radang usus akut dan penyakit kulit, karena alergi cuaca dan penanganan medis yang buruk," kata Novel saat dihubungi merdeka.com, Selasa 9 Februari 2021.

Ia pun meminta kepada tim medis untuk menjelaskan terkait penyebab meninggalnya Ustaz Maaher tersebut. Pihaknya juga akan meminta kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk membentuk tim dalam mencari tahu penyebab kematian almarhum.

" Kami sebagai kuasa hukum meminta keterangan terbuka dari tim medis setempat untuk mengklarifikasi sebab kematian tersebut. Dan kami akan meminta kepada IDI untuk dibentuknya tim medis independen kalau memang kematian Ustaz Maaher ada kejanggalan," ujarnya.

4 dari 7 halaman

Disebut Penyakit Sensitif

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Yuwono mengatakan, jika Ustaz Maaher meninggal dunia karena sebuah penyakit. Namun, penyakit apa yang dideritanya itu dirinya tak membeberkan secara rinci.

" Kemudian yang menjadi pertanyaan kenapa Soni Eranata itu meninggal? Ini karena sakit meninggalnya. Saya tidak bisa menyampaikan sakitnya apa, karena ini sakitnya sensitif. Ini bisa berkaitan dengan nama baik almarhum. Jadi kita tidak bisa menyampaikan secara jelas sakitnya apa, karena penyakitnya sensitif," kata Argo kepada wartawan.

" Jadi kita tidak bisa menyampaikan secara jelas sakitnya apa, karena penyakitnya sensitif. Yang terpenting bahwa dari keterangan dokter dan perawatan yang ada saudara Soni Eranata ini sakitnya sensitif yang bisa membuat nama baik keluarga juga bisa tercoreng kalau kami sebutkan disini," pungkasnya.

Sumber: merdeka.com 

5 dari 7 halaman

Polri: Sakit Ustaz Maaher Sensitif, Bisa Coreng Keluarga Jika Diumumkan

Dream - Polri menyatakan Ustaz Maaher At-Thuwailibi, alias Soni Eranata, meninggal dunia karena sakit. Namun, polisi enggan menjelaskan penyakit yang diderita tersangka kasus ujaran kebencian tersebut.

" Kemudian yang jadi petanyaan, kenapa saudara Soni Eranata itu meninggal? karena sakit meninggalnya," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, Selasa 9 Februari 2021.

Argo tak mau membongkar penyakit Maaher. Dia beralasan, penyakit yang diidap Maaher sangat sensitif dan bisa berdampak pada keluarga bila diumumkan.

" Saya enggak bisa menyampaikan sakitnya apa karena ini sakit yang sensitif, ini bisa berkaitan dengan nama baik keluarga almarhum," kata Argo.

6 dari 7 halaman

Yang jelas, tegas dia, para dokter menyebut bahwa sakit yang diderita Maaher sangat sensitif. " Yang bisa membuat nama baik keluarga bisa tercoreng kalau kami sampaikan di sini," tambah dia.

Maaher ditahan akhir tahun lalu, setelah dilaporkan ke polisi terkait kasus dugaan penghinaan kepada ulama Nahdlatul Ulama, Habib Lutfi bin Yahya. Dia ditahan di Rutan salemba cabang Bareskrim.

" Itu yang bersangkutan dikenakan UU ITE. Jadi yang bersangkutan pada tanggal 4 Desember kita lakukan penahanan, ini surat penahanannya. Kemudian dalam proses penahanan yang bersangkutab merasa sakit," papar Argo.

7 dari 7 halaman

Karena Maaher sakit, dokter dan penjaga tahanan mengirim surat ke Rumah Sakit Polri. Polisi membantarkan penahanan Maher dengan alasan sakit tersebut. " Sudah kita lakukan, ada surat (pembantaran) kita untuk dilakukan perawatan," tutur Argo.

Sejak pembantaran itu, Maaher menjalani perawatan. Tak hanya di rumah sakit, Maaher juga menjalani pemeriksaan di sejumlah laboratorium. Argo menunjukkan bukti rekam medis Maaher, baik dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri maupun laboratorium swasta.

" Semuanya ini adalah rekam medis, artinya ini keterangan dari dokter yang menyatakan yang bersangkutan sakit. Laboratorium juga ada," kata Argo.

Setelah menjalani perawatan, Polri mengirim Maaher ke Kejaksaan. Prosedur itu dilakukan karena Kejaksaan menyatakan berkas kasus Maaher telah lengkap. " Makanya langsung kirimkan ke Kejaksaan tahap ke duanya," tutur Argo.

      View this post on Instagram

A post shared by DIVISI HUMAS POLRI (@divisihumaspolri)

 

Beri Komentar