7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Foto: Liputan6.com)
Dream - Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban, meminta pemerintah membuat kebijakan tegas untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Bahkan usulan lockdown atau karantina wilayah pun menjadi kebijakan yang bisa ditempuh menurut Prof Zubairi.
“ Ada usulan agar pemerintah menerapkan lockdown Pulau Jawa. Bagaimana pendapat saya? Ya amat patut dipertimbangkan. Terapkan saja. Tegas dan konsisten,” kata Prof Zubairi di akun Twitternya @ProfesorZubairi, Sabtu 30 Januari 2021.
Prof Zubairi menyebutkan Indonesia bisa mencontoh apa yang dilakukan Vietnam dengan menerapkan lockdown.
“ Kan sudah ada contoh bagus. Misalnya Vietnam, yang melakukan lockdown dan kini telah memiliki kehidupan mereka kembali,” sebutnya.
Di Vietnam, kata Zubairi Djoerban pemerintahnya tahu betul mana yang harus jadi prioritas dalam menangani pandemi Covid-19.
“ Vietnam tahu betul bagaimana bicara prioritas. Mereka tidak mempertaruhkan kesehatan masyarakat dengan ekonomi. Karena, jika melindungi kesehatan, ya ekonomi akan mengikuti. Buktinya, Vietnam disebut sebagai negara dengan kinerja ekonomi terbaik di Asia pada 2020,” jelas Zubairi.
Oleh karena itu, usulan lockdown harus segera dipertimbang Presiden Joko Widodo. Terutama di wilayah Pulau Jawa yang mencatat kasus tertinggi.
“ Hal itu membuktikan bahwa gagasan lockdown bisa juga menyelamatkan ekonomi. Memang, situasinya beda dengan Indonesia, yang berada di peringkat 85 dengan skor 24,7, menurut data yang dirilis Lowy Institute,” ungkapnya.
Terakhir, dirinya berharap pemerintah bersama masyarakat bisa bahu-membahu berjuang melawan pandemi Covid-19.
“ Bismillah kita akan melewati pandemi ini. Terima kasih,” harapnya.
Data terupdate jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah hingga Jumat, 29 Januari 2021. Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menunjukkan, ada penambahan 13.802 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.
Penambahan itu menyebabkan jumlah total kasus Covid-19 di Indonesia kini mencapai 1.051.795 orang, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 2 Maret 2020.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?