Vaksinasi Covid-19 Tak Sekadar Angka, Ada Kerja Keras Jutaan Orang di Baliknya

Reporter : Arini Saadah
Sabtu, 25 September 2021 11:45
Vaksinasi Covid-19 Tak Sekadar Angka, Ada Kerja Keras Jutaan Orang di Baliknya
Hargailah kerja keras jutaan orang yang ingin memastikan kita sehat, aman dan terlindungi dari Covid-19.

Dream – Vaksinasi Covid-19 bukan melulu tentang angka-angka. Ada perjuangan dan kerja keras jutaan orang yang berusaha sekuat tenaga memastikan masyarakat mendapat vaksinasi hingga menjaga vaksin aman sampai lokasi tujuan.

Pada pertengahan akhir tahun 2021 ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mentargetkan supaya setiap negara memvaksinasi setidaknya 10 persen dari penduduknya pada bulan September 2021. Kemudian setidaknya 40 persen penduduk telah divaksin pada akhir tahun ini.

Tak hanya itu WHO juga menargetkan sebanyak 70 persen populasi dunia harus sudah divaksin Covid-19 pada pertengahan tahun 2022 mendatang.

Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro menyampaikan Indonesia sudah melampaui target dari WHO tersebut. Sebab kini Indonesia sudah mencapai target 40 persen pemberian dosis pertama pada minggu ini.

“ Indonesia sudah melampaui target 10 persen. bahkan sudah mencapai target 40 persen pemerian dosis pertama minggu ini,” terang dr Reisa Broto Asmoro, dikutip Dream dari keterangan pers yang disiarkan langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu 25 September 2021.

1 dari 5 halaman

Suntikan Vaksin Terbanyak di Dunia

Ilustrasi© YouTube/Sekretariat Presiden

Sementara itu, sebanyak 22,73 persen dari 208.265.720 sasaran vaksinasi di Indonesia sudah menerima dosis kedua. Menurut dr Reisa, prestasi ini menempatkan negara kita pada posisi 10 besar negara dengan suntikan vaksin Covid-19 terbanyak di dunia.

“ Prestasi ini menempatkan negara kita di 10 besar negara dengan suntikan (vaksin Covid-19) terbanyak di dunia,” jelasnya.

Diketahui, secara keseluruhan 43,09 persen populasi dunia sudah menerima setidaknya satu dosis vaksin covid-19. Tak hanya itu, sebanyak 6,3 milyiar dosis telah diberikan secara global dan 28,15 juta suntikan diberikan ke lengan penduduk dunia setiap harinya.

2 dari 5 halaman

Gencar Sediakan dan Distribusi Vaksin

Ilustrasi© YouTube/Sekretariat Presiden

Indonesia yang menjadi bagian dari 10 negara dengan pemberian suntikan vaksin Covid-19 terbanyak dapat mencapai target tersebut karena pemerintah dengan gencar menyediakan stok vaksin dan mendistribusikannya ke masyarakat.

Hingga 24 September 2021, pemerintah sudah menerima 273,6 juta dosis vaksin baik melalui jalur membeli langsung, kerjasama global yang disebut COVAX Facility, dan hibah dari negara-negara sahabat.

“ Dari Januari hingga September 2021 pemerintah sudah menyalurkan lebih dari 179,8 juta dosis ke penjuru Indonesia,” ujar dr Reisa.

Seluruh jenis vaksin yang tersedia di Indonesia baik Sinovax, AstraZeneca, vaksin dari PT Biofarma, Moderna, Pfizer, Johnson, bahkan Sinopharm yang digunakan melalui jalur gotong royong semua sudah mendapatkan persetujuan dari WHO dan badan POM. Maka dari itu semua dijamin aman, bermutu dan berkhasiat.

3 dari 5 halaman

Kerja Keras Jutaan Orang

Ilustrasi© YouTube/Sekretariat Presiden

Dokter yang juga merupakan Puteri Indonesia Lingkungan 2010 itu mengatakan upaya pengendalian Covid-19 dengan vaksinasi bukan melulu soal angka-angka.

Sebanyak 200 juta lebih dosis yang sudah datang ke Indonesia melalui 79 kedatangan sampai dengan 24 September 2021 pukul 10.00 WIB pagi merupakan kerja keras dari jutaan orang. Mulai dari penemu vaksin, relawan, produsen, pegawai Gudang, pekerja administrasi, jasa kurir, maskapai, petugas bandara, bea cukai, hingga petugas keamanan dan TNI/POLRI berusaha memastikan vaksin aman sampai lokasi pengiriman.

“ Hargailah kerja keras jutaan orang yang ingin memastikan kita sehat, aman dan terlindungi. Hingga akhirnya kita bisa mengakhiri pandemi Covid-19 ini dengan cara segera dapatkan vaksin. Vaksin yang terbaik adalah vaksin yang tersedia, tak perlu menunggu untuk memilih-milih,” lanjutnya.

4 dari 5 halaman

Vaksinasi Permudah Akses Ruang Publik

Ilustrasi© Liputan6.com

Kepala Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Indonesia itu juga menyampaikan vaksinasi Covid-19 juga bisa membuat masyarakat mengakses ruang publik, yang menggunakan aplikasi PeduliLindungi seperti mall dan gedung perkatoran.

“ Aplikasi yang sudah diunduh sekitar 40 juta orang ini memberikan kenyamanan saat kita berada di ruang publik, karena menginformasikan kapasitas maksimal tempat yang kita kunjungi, risiko yang berada di sekitar kita, sertifikat vaksin kita, dan menyimpan data hasil tes, dan terhubung dengan ihek atau electronic healty card yang menjadi syarat penerbangan domestik dan internasional,” ucapnya.

Selain itu, pemakaian aplikasi tersebut juga masuk dalam rekomendasi pencegahan penularan Covid-19 dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PONXX) di Papua pada Oktober 2021 nanti.

“ Satgas penanganan Covid-19 telah merumuskan dan memperkenalkan rekomendasi tersebut kepada semua pihak yang terlibat dalam PON XX.

Menurutnya aplikasi ini mulai digunakan saat keberangkatan dan kedatangan di papua, keluar-masuk venue. Tak hanya itu, aplikasi ini juga bisa menyimpan hasil tes covid-19 untuk perjalanan datang dan pulang ke lokasi asal atlet.

5 dari 5 halaman

Di Balik Vaksinasi Ada Kesenjangan Akses

Ilustrasi© YouTube/Sekretariat Presiden

Meskipun 43,09 persen populasi dunia sudah menerima setidaknya satu dosis vaksin covid-19, namun rupanya akses terhadap vaksin di dunia masih mengalami kesenjangan dan ketimpangan. Hal itu seperti dijelaskan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

“ Kesenjangan akses ini yang menjadi perhatian dunia saat ini,” jelasnya, Jumat 24 September 2021.

Bahkan Presiden Jokowi juga memberikan pesan yang sama. Menurutnya pemulihan ekonomi hanya dapat dilakukan jika negara-negara di dunia bisa mengatasi pandemi secara bersama. Sementara pandemi bisa diatasi jika bisa mempersempit ketimpangan terhadap vaksin.

“ Presiden Republik Indonesia di depan sidang majelis umum pbb juga mengangkat keprihatinan ini, presiden mengatakan pemuluhan ekonomi bisa dilakukan jika kita bisa mengatasi pandemi secara bersama. Sementara pandemi bisa diatasi jika bisa mempersempit ketimpangan terhadap vaksin.,” ungkap Menlu Retno menyampaikan pesan presiden Jokowi, Jumat 24 September 2021.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar