Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Induk Lumba-lumba Bersedih Saat Anaknya Mati (Foto:See Through Canoe)
Dream - Rasa duka mendalam karena kehilangan orang tercinta tak hanya dirasakan manusia. Seekor binatang pun bisa sangat berduka jika ditinggal anggota keluarganya.
Inilah yang diperlihatkan seekor lumba-lumba yang diketahui baru saja ditinggal mati anaknya.
Lumba-lumba yang belum ikhlas melepas kepergian sang anak terus berusaha menempelkan hidupnya di jasad anaknya.
VIdeo mengharukan itu terekan seorang netizen dan disebarkan akun Twtter, @SeeTroughCanoe seperti dikutip Dream dari laman Metro.co.uk.
Dalam video mengharukan tersebut terlihat mamalia laut itu tengah berkabung dengan terus menjaga anaknya yang sudah tak bernyawa. Peristiwa pilu itu terjadi di perairan di Indian Shores, Florida, 3 Juni 2019 lalu.
Pada beberapa detik dari rekaman video itu, lumba-lumba itu sempat tak tampak di permukaan namun kembali muncul dengan masih menempelkan tubuhnya di jasad anaknya.
Terlihat kulit bayi lumba-lumba itu telah rusak.
Tak lama kedua muncul lumba-lumba kedua yang turut menemani sang ibu yang tengah berkabung.
Laman perusahaan rekreasi Florida See Through Canoe menduga bayi lumba-lumba itu kemungkinan telah dipukul dan mati karena terkena baling-baling perahu yang melintas.
" Ibu #lumba-lumba belum siap melepas jasad bayinya yang sudah mati dan terus mendorongnya ke perairan," tulis akun tersebut.
Perilaku serupa juga pernah diperlihatkan lumba-lumba lain yang kehilangan kerabat terdekatnya. Para ahli menduga perilaku itu kemungkinan menunjukan kesedihan yang dialami lumba-lumba seperti halnya manusia.
Para peneliti menduga sifat lumba-luma yang sering bergerombol dan memiliki ukuran otak lebih besar bisa berarti mereka juga memiliki perasaan sedih saat kehilangan salah satu anggota kawanannya.
(Sah, Sumber: Metro.co.uk)
Mother #dolphin not ready to let go of her dead calf and pushing it through the intracoastal waterway.
It's hard to say for sure without examination, but the calf may have been hit by a boat. Please don't assume that because #dolphins are fast that you won't hit them. #sad pic.twitter.com/Le2MAwvPIB— See Through Canoe (@SeeThroughCanoe)June 3, 2019
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam