Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
YouTube National Geographic
Dream - Kehidupan binatang di alam liar tidaklah ramah. Di sanalah berlaku hukum rimba. Siapa yang kuat dia jadi penguasa. Para predator kelas kakap selalu nangkring di puncak piramida rantai makanan.
Sehingga tidak heran kehidupan di alam liar kerap diwarnai pertarungan di antara hewan, baik untuk berebut wilayah kekuasaan maupun sekadar mempertahankan hidup.
Demikian pula di Gurun Kalahari, Afrika. Di padang luas itu juga diwarnai pertarungan-pertarungan di antara para penghuninya. Binatang yang kuat memangsa yang lebih lemah. Sementara mereka yang lemah bertahan sebisa mungkin untuk tetap hidup.
Salah satu pertarungan terekam oleh national Geographic. Dalam video yang diunggah kanal YouTube National Geographic, terlihat sekawanan anjing meerkat tengah melawan seekor king cobra raksasa.
Semua tahu bahwa king cobra punya bisa mematikan. Sekali gigit, racun king cobra dapat melumpuhkan lawan, meski ukurannya raksasa sekalipun.
Dan, dalam video yang diunggah tahun 2020 itu, seekor anjing meerkat anakan yang baru berusia lima bulan berhadapan satu lawan satu dengan king cobra raksasa itu.
Jelas saja meerkat anakan itu dalam masalah besar. Dia sedang berhadapan dengan salah satu ular paling berbahaya di muka Bumi ini.
Karena sadar tak mampu melawan ular itu, sang meerkat anakan memanggil kerabatnya. Jadilah meerkat-meerkat yang lain mendekat, mengepung king cobra itu.
Meerkat dewasa melawan king cobra itu dari depan. King cobra berusaha mematuk lawannya. Namun dengan lincah meerkat yang sudah berumur itu melompat ke belakang, menghindari patukan king cobra.
Para meerkat itu bertekat mengusir king cobra dari wilayah mereka. Jika tidak, maka akan membahayakan kelompok mereka. karena itulah meerkat-meerkat itu mengeroyok si melata.
Pertarungan itu pula mengajarkan ke anak-anak meerkat bahwa mereka akan menang melawan binatang pengganggu di gurun bila bekerja secara tim.
Dalam pertarungan itu, kelompok meerkat tidak membunuh si king cobra, melainkan hanya menakut-nakuti saja. Saat king cobra tahu kalah jumlah, perlahan meninggalkan wilayah itu. Tanpa perlawanan lagi.
Mengapa kobra takut dengan meerkat? Meerkat mungkin kebal terhadap dari beberapa jenis ular berbisa. Ahli biologi telah menemukan meerkat kebal terhadap beberapa racun ular karena termasuk keluarga luwak.
Di beberapa bagian dunia, orang menjadikan luwak sebagai penjaga rumah karena dapat bertarung dengan ular yang mematikan, seperti kobra.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya