Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Suasana Pemakaman Korban Covid-19. (Foto: Cuplikan Viceo Twitter @pakhabib98)
Dream - Bila ada salah satu anggota keluarga yang meninggal dunia, maka waktu itulah kita akan berada di sisinya untuk menatap wajahnya buat kali terakhir.
Tapi hal itu tidak terjadi pada seorang netizen bernama Luqman Idris. Disebabkan ayahnya meninggal karena Covid-19, Luqman tak punya peluang melihat wajah orang yang sangat dihormati itu.
Jangankan melihat wajah untuk terakhir kali, mengurus jenazah ayahnya saja keluarganya tak diizinkan.
Luqman dan keluarga di Malaysia hanya bisa melihat proses pemakaman ayahnya yang sudah dimasukkan ke dalam peti dari jarak cukup jauh.
Dalam sebuah video yang dia bagikan di Twitter, tampak empat orang petugas rumah sakit mengurus pemakaman ayahnya.
Para petugas itu terpaksa menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) saat menurunkan peti mati dari ambulans dan membawanya ke pemakaman.

Sementara Luqman dan anggota keluarga hanya bisa melihat dari dalam mobil yang diparkir agak jauh dari ambulans.
" Hanya empat orang saja yang mengurus jenazah ayah. Yang memakai APD lengkap saja yang diperbolehkan mengusung peti mati," tulis Luqman.

Luqman mengatakan proses pemakaman ayahnya yang meninggal akibat tertular virus corona itu berlangsung tidak sampai 30 menit.
Sebagai seorang anak, Luqman pasti merasa sedih karena tak dapat memandikan jenazah ayahnya. Tapi dia bersyukur masih bisa mengiringi kepergian sang ayah biar hanya dari jauh.
Pemakaman korban virus Covid-19 yang terpaksa dilakukan dengan cara ini menimbulkan berbagai pertanyaan dari netizen.
Seorang netizen menanyakan apakah anggota keluarga diperbolehkan berziarah setelah seorang anggota tertular Covid-19 meninggal dunia?
" Seharusnya boleh saja anggota keluarga berziarah. Tapi tunggu Inspektur Kesehatan beri izin baru boleh berziarah. Jika kawasan itu sudah disterilkan," tulis Luqman.
Luqman kemudian bercerita pengalaman ketika seorang anggota keluarganya mengalami masa kritis akibat virus corona.
Kata Luqman, saat ayahnya dalam masa kritis sekali pun, keluarga tak bisa berada di sisinya untuk menemani seperti biasanya.
" Hanya menunggu kabar dari rumah sakit. Kami (di rumah) hanya mampu berdoa dari jauh, semoga ada keajaiban," kata Luqman.
Menurut Luqman, keluarganya tidak bisa menemani ayahnya yang kritis karena untuk melindungi mereka dari tertular virus corona.
Sumber: Lobak Merah
Proses pemakaman korban virus Covid-19 membuat netizen sedih. Tidak ada keluarga dan pelayat yang mengantar hingga ke lihat lahat. Hanya empat petugas medis dengan Alat Pelindung Lengkap yang memakamkan korban Covid-19.
Hanya 4 orang sahaja yang uruskan jenazah ayah. Yang pakai full PPE sahaja yang dibenarkan pegang keranda. Walaupun 4 orang je, alhamdulillah proses tak sampai 30 minit je. Semoga ayah ditempatkan bersama orang orang beriman.#StayAtHome #COVID?19 #cegahcovid19 pic.twitter.com/UHDQKneHKZ
— Luqman Idris (@pakhabib98)March 22, 2020
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya