Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perawat Putus Asa Tak Dapati Barang Belanjaan (Mirror.co.uk)
Dream - Perawat asal York, Inggris, Dawn Bilbrough, 51 tahun, membuat video berisi pesan menggetarkan. Dia meminta masyarakat untuk tidak kalap dalam belanja akibat pandemik virus corona.
Video itu dibuat usai dia keluar dari supermarket. Dia berniat belanja sepulang menyelesaikan shift kerjanya selama 48 jam, namun tak menemukan apapun.
Banyak supermarket di York mengalami kekosongan pasokan akibat panic-buying. Bilbrough sempat sedikit menangis mendapati fakta itu.
" Berhenti belanja makanan berlebih dari yang dibutuhkan, saya ingatkan pekerja kuncilah yang menjaga Anda ketika berada di titik terendah," kata Bilbrough.
Dia sama sekali tidak mendapati buah dan sayuran. Sementara, dua bahan pangan itu penting untuk menjaganya dan banyak pekerja publik untuk tetap sehat.
" Saya tidak tahu bagaimana saya bisa tetap sehat. Dan orang-orang itu, orang-orang telah memborong bahan pangan pokok. Anda hanya perlu menghentikannya," kata Bilbrough.
" Karena orang-orang seperti saya yang akan menjaga Anda ketika berada di titik terendah jadi hentikan, tolong!" kata dia.
Beredar foto seorang tenaga paramedis di media sosial dan ramai menjadi pembicaraan. Foto itu memperlihatkan paramedis yang putus asa melihat rak-rak belanjaan kosong di sebuah supermarket milik Sainsbury's.
Sejumlah supermarket memberlakukan pembatasan untuk mencegah panic buying di Inggris. Baik dengan membatasi jam operasional hingga membatasi jumlah item yang boleh dibeli.
Tesco, Sainsbury's, Asda, Morrisons sampai kehabisan barang akibat diserbu pembeli terutama tisu toilet, sabun cuci tangan, dan pasta gigi. Sayuran dan buah segar, daging, dan stok roti juga raib.
Ada juga pembeli yang memakai kekerasan seperti yang terjadi di salah satu toko di Ilford, London timur awal pekan ini. Pembeli itu mendorong pembeli lansia ke luar toko yang penuh sesak.
Pemerintah setempat sebenarnya sudah mengeluarkan imbauan agar tidak terjadi kepanikan dengan mengatakan pasokan barang sangat cukup. Tetapi, imbauan tersebut tidak dihiraukan.
Sumber: Mirror
Dream - Alat pelindung diri (APD) menjadi barang langka di saat seperti ini. Tak ingin meninggalkan pasiennya, sejumlah perawat memanfaatkan jas hujan sebagai ganti baju hazmat yang kian langka.
Di Malaysia, beredar video perawat yang memakai kantong plastik sampah. Kantong plastik itu diubah menjadi potongan untuk menutupi dada dan kepala.
Dalam video yang diunggah di akun Facebook, Sera Bagus, tampak perawat terus bekerja meskipun dalam kondisi lunglai.
" Tak apa lemas sekali, dari pada lemas selama-lamanya," kata perawat itu.
Tetapi, kondisi serupa tak hanya terjadi di Malaysia. Di Inggris dan belahan dunia lain petugas medis kesulitan alat pelindung diri.
Para perawat di Northwick Park Hospital, Harrow, menyebut tidak ada tempat perawatan yang tersisa setelah kedatangan gelombang tiba-tiba pasien yang terinfeksi Covid-19. Sejauh ini, dilaporkan Express, puluhan pasien berjuang di ruang intensif.
Seorang kepala kesehatan senior telah menyarankan ambang batas usia 60 dapat ditempatkan di lokasi penerimaan, untuk mengurangi tekanan pada tempat tidur di rumah sakit di Inggris.
Rumah Sakit Northwick Park mengkonfirmasi telah mencapai " kapasitas perawatan kritis" karena jumlah pasien dengan Covid-19 melonjak di London.
Kondisi kritis di rumah sakit terhentikan setelah pasien dipindahkan ke rumah sakit terdekat untuk menciptakan lebih banyak ruang.
Dream - Dokter-dokter di rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien Covid-19 di Indonesia, sedang sangat membutuhkan alat pelindung diri (APD).
Salah satu perlengkapan yang sangat dibutuhkan adalah hazmat suit atau hazardous material suit.
Pakaian pelindung ini digunakan oleh dokter-dokter yang menangani pasien dengan level biohazard tinggi, seperti pasien Covid-19. Pada banyak rumah sakit, perlengkapan hazmat ini sangat terbatas, bahkan habis.
Sebuah fakta memilukan, diunggah oleh Mesty Ariotedjo, seorang model yang kini menjadi dokter spesialis anak di akun Instagramnya.
Ia mengunggah foto rekan sejawatnya yang menangani pasien Covid-19 menggunakan plastik sampah untuk melindungi diri.
Hal ini lantaran pasokan APD sangat sulit. Mesty pun mengungkap kalau para dokter sebenarnya mempertaruhkannya nyawa mereka sendiri saat menangani pasien tanpa perlindungan yang memadai.

(Foto: Instagram Mesty)
" Prihatin sekali melihat keadaan nyata di lapangan, rekan sejawat memakai alat tempur yang sangat tidak layak, kantong plastik sampah. Semua sejawat bekerja keras semampunya, bahkan membahayakan diri mereka sendiri. Sampai saat ini telah terdata di hotline @wecare.id laporan dari 54 rumah sakit dan puskesmas yang kekurangan alat pelindung diri. Sudah banyak dari pihak masyarakat yang bergerak sendiri melalui rekening pribadi, @kitabisacom, @wecare.id, dan lainnya," tulis Mesty.
Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu, juga mendesak pemerintah untuk menjamin kelengkapan keamanan bagi tenaga medis yang berada di garda depan penanganan Covid-19.

" Terus terang kami juga harus bekerja lebih keras untuk menemukan distributor yang menyediakan APD yang sesuai dan lengkap. Semoga @jokowi dan pemerintahannya juga dapat bergerak cepat untuk merealisasikan janji-janjinya. Jika ingin melibatkan relawan bahkan hingga mahasiswa kedokteran ke medan perang, jangan bahayakan mereka, pastikan kelengkapan alat pelindung diri dan keselamatan mereka. Karena jika tentaranya runtuh di medan, siapa yang akan menolong para pasien? Kami butuh APD segera dan cepat. Keselamatan kami tidak dalam hitungan hari atau minggu, tapi menit bahkan detik," ungkapnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya