Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Beredar sebuah tangkapan layar WhatsApp oknum mengaku petugas di salah satu puskesmas di Boyolali, Jawa Tengah. Oknum tersebut meminta seorang wanita peserta vaksinasi untuk mengirimkan foto bagian intimnya.
Kejadian tak mengenakkan itu pertama kali dibagikan oleh akun Instagram @info_cegatan_boyolali. Tangkapan layar itu menunjukkan pesan tak senonoh dari oknum yang mengaku petugas puskesma dengan dalih pemeriksaan lanjut.
" Seorang peserta vaksin covid19 di Puskesmas Teras mengaku resah karena setelah melakukan vaksin, beliau mendapat intimidasi melalui chat WA oleh oknum yang mengatasmakan Puskemas Teras," tulis unggahan tersebut.
Dalam unggahannya, korban membagikan kronologi kejadian. Ia mengaku mendapatkan vaksin pada 26 Juni 2021 di Kecamatan Teras, Boyolali.
Setelah mendapatkan vaksin, korban mengaku menerima telepon yang mengatasnamakan petugas Puskesmas Teras. Orang tersebut lantas meminta foto tubuh bagian privat dengan dalih pemeriksaan kanker payudara dan serviks usai vaksin.
Petugas yang mengaku dari Puskesmas Teras ini menjelaskan tidak bisa memeriksa secara langsung karena kondisi masih pandemi. Selain itu petugas ini juga menerangkan apa yang dilakukannya sebagai bentuk perhatian agar masyarakat Boyolali selalu sehat.
Korban lantas mengonfirmasi kepada Puskesmas Teras, menanyakan apakah ada pemantauan seperti yang tertera dalam percakapan di WhatsApp. Puskesmas Teras menjawab tak melakukan pemantauan itu.
" Setelah beberapa kami pantau salah satu dari kami di WA diminta mengirimkan foto menjurus ke hal hal negatif mengenai privasi tubuh kami.. mohon infokan ke followernya terutama perempuan agar lebih hati² untuk menerima chat dari siapapun.. saya kirimkan beberapa screenshot chat dari pelaku.. terima kasih min," tulis korban.
Sontak saja unggahan itu langsung jadi perhatian warganet. Tak sedikit dari warganet yang geram melihat kejadian tersebut.
" Kok bisa ya dapat contac wa orang yang habis vaksin? bahaya iki," tulis akun @ditokoplax.
" Terimakasih informasinya, sangat membantu.," sahut akun @faris.robbany.
" Ulah oknum tdk bertanggungjawab..hati2 jangan mudah percaya..jgn sampai ada korban.," tutur akun @Utherose.
" Duh kok oknum, apa orang dalam min? Dicek di aplikasi getcontact namanya belum muncul. Sepertinya sudah direncanakan dengan matang aksi ini. Semoga segera diselidiki oleh pihak-pihak terkait baik dari Puskesmas maupun dari kepolisian selaku panitia vaksinasi," jawab akun @danang.dc.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan