7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kata Raksasa Sebesar Bayi Manusia Bikin Heboh Media Sosial. (Foto: Facebook Jimmy Hugo)
Dream - Foto seorang anak laki-laki memegang katak seukuran bayi manusia telah membuat heboh media sosial.
Foto viral tersebut diabadikan oleh pemilik pabrik pengolahan kayu di pinggiran ibu kota Kepulauan Solomon, Honaira.
Pemilik pabrik pengolahan kayu bernama Jimmy Hugo menemukan katak tersebut pada bulan April saat sedang berburu babi hutan di pinggiran Honiara.
Menurut pria berusia 35 tahun itu, katak tersebut oleh masyarakat lokal biasa disebut dengan julukan ayam belukar.

Kata Hugo, jika dimasak, rasa katak raksasa tersebut bahkan lebih enak dari pada daging ayam sekali pun.
Dalam video lainnya, Hugo memperlihatkan seorang pria membiarkan katak raksasa itu di atas lututnya.

Katak tersebut tampak jinak dan tidak berusaha kabur saat dipegang oleh pria berambut gimbal dalam video itu.
Sementara itu, pakar biologi dari Kepulauan Solomon, Patrick Pikacha, mengatakan spesies katak ini dikenal sebagai Cornufer guppyi.

Hewan amfibi yang satu ini merupakan salah satu katak terbesar di dunia yang saat ini keberadaannya terancam punah.
Meski yang ditemukan oleh Hugo ini termasuk berukuran besar, Pikacha mengaku pernah melihat yang lebih besar.
Katak tersebut dia temukan di Pulau Gatokae, salah satu pulau kecil di barat Kepulauan Solomon.
" Seekor katak yang pernah saya temui berukuran 30 sentimeter, sama panjang dengan sebuah penggaris.
" Waktu itu katak tersebut sedang makan seekor ulat jadi ia tidak berusaha melarikan diri," katanya.
Menurut Pikacha, kehadiran katak jenis ini sangat penting untuk menentukan kualitas air sungai.
" Sekarang katak ini jarang terlihat, ini menandakan sungai sudah tercemar akibat pembalakan," jelasnya.
Cornufer guppyi adalah salah satu katak terbesar di dunia dan biasanya ditemukan mulai dari Pulau New Britain di Kepulauan Bismarck hingga Kepulauan Solomon.
Namun rekor katak terbesar di dunia masih dipegang oleh Katak Goliath Afrika yang hidup di Kamerun.
Katak Goliath Afrika ini memiliki tubuh yang panjangnya bisa mencapai 35 sentimeter.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?