Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dono Warkop (Instagram @videowarkopdki)
Dream - Beberapa waktu lalu, jagat Twitter diramaikan dengan tulisan berjudul Kisah Sertu Jumadi karya Dono Warkop yang dimuat di majalah Forum tahun 1993.
Tulisan ini di viralkan pertama kali oleh salah satu akun netizen bernama Haji Umar Syadat @UmarAlChelsea75 yang mengunggah foto karya tulisan sang komedian legendaris.
Cerita Kisah Sertu Jumadi itu berisi kritikan halus terhadap kerasnya kehidupan kala itu. Selain itu Dono juga mengkritisi banyak hal lainnya, salah satunya institusi kepolisian di era Orde Baru yang mulai kehilangan wibawanya di mata masyarakat.
Yang lengkap tulisan Alm Dono warkop di majalah Forum 1993. @maman1965 pic.twitter.com/jLf0QpyZSz
— Haji Umar Syadat Hasibuan (@UmarChelsea_75)July 8, 2020
Kisah Sertu Jumadi diawali tentang seorang polisi yang dulu tinggal di asrama polisi yang reot, kumuh, berdesak-desak, bising, dan berbau pesing. Kemudian, suatu saat Sertu Jumadi harus keluar dari asrama karena tempatnya digusur oleh pusat pertokoan yang canggih.
Kisah Sertu Jumadi pada awal tulisan itu memperlihatkan kesederhanaan. Ia hidup bersama seorang istri dan dua anak. Namun tetiba berubah drastis.
“ Entah mengapa, akhir-akhir ini Pak Jumadi ikut arus ‘berperut gendut’. Baju jatah dari kantor menjadi ketat menempel di badan, sehingga jalannya pun tampak lebih susah dari biasanya. Barangkali, ia ingin memenuhi standar stereotip polisi zaman sekarang,” tulis Dono dalam majalah.
Dono yang memiliki nama asli Wahyu Sardono juga menyoroti soal polisi yang memiliki kendaraan yang sebenarnya tak mampu dibeli dengan hitungan gaji seorang polisi.
Dono juga mengomentari soal gagalnya polisi memberikan rasa aman bagi masyarakat dari tindak kejahatan. Dalam tulisannya, ia menggambarkan seorang polisi yang diam saja melihat seorang perempuan ditodong bandit.
“ Saat polisi itu turun di sebuah halte, hampir seluruh penumpang berkomentar: ‘polisi kok takut!’; ‘polisinya pasti sekongkol dengan penjahat itu!’ ; ‘suruh masuk Bhayangkari saja! Jangan ikut Bhayangkara!’; dan ‘iya, ganti saja namanya menjadi Deborah atau Yayuk!’” tulis Dono dalam artikel tersebut.

Almarhum Dono bersama grup Warkop DKI memang dikenal sebagai group komedian yang humornya sering menyerempet ke ranah politik dan isu-isu sosial.
Selain sebagai komedian, ia juga merupakan mahasiswa jurusan Sosiologi Universitas Indonesia dan kemudian menjadi dosen di sana.
Perjalanan kariernya begitu panjang meninggalkan banyak hal untuk dipelajari generasi sekarang. Sang pelawak legendaris tersebut meninggal dunia pada 30 Desember 2001.
Dono meninggal di Rumah Sakit Santo Carolus, Jakarta Pusat. Ia sempat dirawat karena penyakit kanker paru-paru.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya