Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Video Polisi Menyamar (Foto: Merdeka.com)
Dream - Peselancar dunia maya dikejutkan dengan video viral yang menyebutkan seorang pria diduga polisi menyamar sebagai mahasiswa dalam aksi demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di Jambi.
Dugaan itu muncul setelah seorang lelaki yang mengenakan almamater dipiting oleh polisi. Di saat bersamaan terdengar teriakan dalam video tersebut dengan kalimat, " itu perwiraku, Brimob itu!"
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menegaskan, informasi petugas menyamar sebagai mahasiswa dalam aksi demonstrasi tidak benar.
" Terkait video viral di medsos yang mengatakan bahwa PA Brimob menyamar sebagai mahasiswa dan ditangkap oleh polisi lalu kena pukul personel sabhara adalah tidak benar," tutur Awi saat dikonfirmasi, Rabu 21 Oktober 2020, dikutip dari Merdeka.com.
Menurut Awi, mahasiswa yang diamankan tersebut berasal dari kampus Universitas Batanghari (Unbari) di Jambi.
Dia dibawa polisi preman lantaran kedapatan melakukan aksi anarkis dan melawan petugas saat unjuk rasa.
" Pake Baju Preman tersebut yang amankan mahasiswa menghalang-halangi anggota Sabhara yang mau memukul mahasiswa, makanya ada salah paham sedikit di lapangan, tapi sudah clear setelah tahu yang bawa mahasiswa adalah Pa Intel Brimob," jelas dia.
Dalam video itu, laki-laki beralmamater hijau dipiting sambil berjalan.
Di wajahnya terdapat coretan bergambar bendera Merah-Putih, ia berontak dari himpitan polisi. Bukannya berhasil lepas, tiba-tiba seorang polisi tak berpakaian dinas dan mengenakan kupluk hitam langsung memukul wajahnya.
Lantas seorang pria berjaket abu-abu melerai anggota Sabhara yang hendak memukul si mahasiswa, namun personel Sabhara itu malah ditendang balik.
(Sumber: Merdeka.com)
Footage wajib ditonton!
Seorang perwira nyamar jdi massa aksi pakai almet, dianggap provokatif oleh polisi berseragam Ditangkap & Dipiting
Teman sesama non seragam belain sampai pukul2an sama yg berseragam dan teriak ‘itu perwiraku woy’
Apa yg bisa kita simpulkan dr video ini? pic.twitter.com/KsJGQjlk3N— Cabut Omnibus Law! (@Lini_ZQ)October 20, 2020
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya