Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ferdy Sambo
Dream - Setelah Ferdy Sambo ditetapkan sebagai etrsangka kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, di media sosial bertebaran video-video lawasnya.
Salah satunya adalah video saat mantan Kadiv Propam Polri itu masih menjabat sebagai Kapolres Brebes. Video itu diunggah oleh akun Instagram @zal_05.
" Kata-kata indah Sambo saat menjabat Kapolres," tulis akun Instagram @zal_05.
Dalam video tersebut, Ferdy Sambo tampak mengenakan seragam polisi. Pangkatnya kala itu masih Komisaris Besar (Kombes).
Kendati jabatan sudah cukup tinggi, dalam video itu Ferdy Sambo mengungkap bahwa pangkatnya justru tak ada artinya. Dia menyebut dirinya tak ada beda dengan masyarakat biasa.
" Saya tidak pernah merasa bahwa saya ini kapolres. Saya tidak pernah merasa bahwa saya lebih dari bapak dan ibu," ungkapnya.
Menurutnya, semua pangkat dan jabatan hanya berlangsung sementara. Nantinya, semua manusia bakal meninggal dunia dan sama di hadapan Sang Pencipta.

" Karena saya ini bahwa pada saatnya nanti saya dan bapak ibu semua sama di hadapan Pencipta kita," ujar Ferdy Sambo
" Apakah kemudian saya seperti ini beda dengan Pak Suhadi? Tidak. Lubang kita sama, dua kali satu. Ini (pangkat) semua ditinggal, semua pakai kain. Enggak ada yang dibawa," imbuhnya.
Dalam video itu, Sambo turut membeberkan rahasia kebahagiaan di dunia. Baginya saat itu, hidup di jalan kebenaran merupakan kunci kebahagiaan yang penuh makna.

" Untuk itu, hidup adalah anugerah. Mari kita saling menikmatinya. Dan hidup hanya sekali dengan tidak menebar fitnah, berperilaku anarkis, tidak melakukan perbuatan melanggar hukum, maka kita bisa bahagia," tuturnya.
Ia mengatakan kebahagiaan ialah mereka yang mampu merawat serta memelihara apa yang telah diperoleh.
" Kalau kita mampu mendapatkan apa yang kita inginkan, kemudian menikmati apa yang kita dapatkan kemudian kita pelihara," tukasnya.

Video lawas Ferdy Sambo itu banjir hujatan serta tanggapan negatif warganet. Banyak yang membandingkan perkataannya kala itu dengan perbuatannya saat ini.
" Namanya juga manusia😂😂.video ini cocok sekali buat tontonan Sambo dibui kelak😂."
" Ceramah yg ga ada nyata buat dirinya ....."
" Sebelum bergelut di dunia hitam 😂."
" Jadi mikir kalo jendral/petinggi ngomong kayak gini bisa jadi kelakuannya sebaliknya.."
" Berubah setelah ada bintang satu di bahu...manusia mmng slalu berubah."
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya