Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Skripsi Berserakan (Merdeka)
Dream - Viral sebuah video yang menunjukkan aksi pembuangan ratusan skripsi mahasiswa Universitas Lancang Kuning, Kota Pekan Baru, Provinsi Riau di sosial media. Video tersebut langsung mendapat kecaman keras dari warganet.
Dalam video berdurasi 21 detik itu terlihat petugas kampus melempar ratusan skripsi mahasiswa dari lantai 3 gedung perpustakaan ke halaman. Skripsi ada yang telah disusun menjadi ikatan-ikatan bundel dan satuan.
Akibatnya, syarat kelulusan mahasiswa itu berserakan. Tampak satu petugas di bagian bawah memungut skripsi yang sudah dijilid rapi dengan berbagai tulisan ilmiah tersebut. Tak sedikit akibat pelemparan itu skripsi menjadi rusak.
Masih dalam video yang sama, terdengar pula iringan lagu dari Rosa " Ku menangis, membayangkan betapa kejamnya dirimu atas diriku" .
Rektor Universitas Lancang Kuning, Dr Junaidi membenarkan tentang adanya video yang viral tersebut. Atas nama pihak kampus, dia meminta maaf atas sikap petugas pustaka Unilak yang dinilai tidak pantas.
" Itu kelalaian staf. Kita mohon maaf kepada semuanya," kata Rektor Unilak, Junaidi kepada wartawan, Minggu 5 Juli 2020.
Ia mengatakan bahwa staf berencana memindahkan skripsi ke sebuah tempat yang sudah disiapkan kampus. Sayang, cara yang dilakukan malah berkesan merusak dan membuang skripsi.
Dia menjelaskan, saat ini sebenarnya Unilak telah memulai program repository atau tempat penyimpanan karya ilmiah seperti skripsi dalam bentuk digital. Ia mengatakan Unilak beberapa tahun ini telah melakukan program digitalisasi karya karya ilmiah dari dosen dan mahasiswa.
" Sebagai bentuk tanggungjawab, Kepala Pustaka Unilak telah diberhentikan," tegasnya.
Sementara itu Haidir Anwar Tanjung salah satu alumni mahasiswa Fakultas Hukum Unilak Pekanbaru sangat menyesalkan pelemparan skripsi tersebut.
" Kita sebagai alumni sangat kecewa dengan hal tersebut. Memang benar, skripsi usang sudah disalin digitalisasi. Tetapi sikap kampus main buang seperti itu melabrak etika. Seakan tidak menghargai jerih payah mahasiswanya yang dulu bersusah payah mengumpulkan uang untuk menjilid skripsinya," kata Haidir kepada Merdeka.com.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya