Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (thehealthsite.com)
Kementerian Kesehatan menginstruksikan agar jamaah umroh segera berobat bila mengalami keluhan demam dan gangguan pernapasan. Peringatan tegas ini dikeluarkan untuk mencegah penularan virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS Cov) di Timur Tengah.
" Baik ketika masih di Arab Saudi maupun dalam kurun waktu dua minggu sesudah kembali ke Tanah Air," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, saat berincang dengan Dream, Selasa 29 April 2014.
Kemenkes berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Haji dan Umroh Kementerian Agama terkait meningkatkan penyebaran virus 'spesialisasi' Timur Tengah ini. Kedutaan Besar untuk Arab Saudi di Riyadh mengingatkan jamaah umroh dan haji Indonesia mewaspadai merebaknya penyakit yang memiliki gejala awal demam, batuk dan sesak nafas akut ini.
Dilaporkan, penularan virus sudah terjadi di Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Bahkan sudah menyebar ke Prancis, Jerman, Italia, Inggris, Tunisia, Filipina, dan Malaysia.
Kemenkes terus melakukan sosialisasi dan mengirimkan informasi tentang virus MERS melalui Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Pelabuhan ke seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh Indonesia. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga 23 April 2014 terdapat 254 kasus MERS Cov dengan 93 kematian.
" Kasus ini juga dilaporkan terdapat di Mekah dan Madinah yang merupakan kota-kota utama ibadah Umroh. Juga sudah ke hingga Asia Tenggara seperti Malaysia dan Filipina," tambah Tjandra Yoga.
Kemenkes juga merilis Surat Edaran Kewaspadaan kepada Kepala Dinas Kesehatan Propinsi, Rumah Sakit rujukan, dan pengurus asosiasi perjalanan umroh. " Kami terus berkoordinasi dengan WHO untuk mengetahui perkembangan situasi epidemiologis dari hari ke hari," kata Tjandra.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya