Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Ilustrasi : TheVocket.com
Dream - Anak Gamers wajib tahu informasi ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasukan gejala kecanduan game dalam daftar baru penyakit dalam laporannya untuk tahun 2018.
WHO menetapkan kecanduan game sebagai kondisi gangguan mental dimana pengidapnya memiliki pola perilaku persisten atau berulang yang menggangu fungsi pribadi, keluarga, sosial, pendidikan dan juga pekerjaan.

Penggolongan penyakit baru ini juga tertulis dalam International Classification of Diseases (ICD) ke-11 pada tahun 2018.
Dengan penetapan ini, para profesional di bidang kesehatan mau enggak mau harus taat dan menjadikannya sebagai standart rujukan global.
Dalam laporannya disebutkan jika seseorang mengidap penyakit baru ini jika.....
© Dream
Pemain game dapat dikatakan mengalami gangguan mental saat mereka sudah bertahan lebih dari 1 tahun.
Dan dapat dipersingkat ketika mereka telah kehilang kontrol, yakni lebih mementingkan game dibading kehidupan sosial.
Menurut seorang profesor psikologi di Universitas Stetson di Florida, salah satu kekhawatiranya adalah bahwa video game dapat menyebabkan kekerasan di dunia nyata.
Beberapa orang memang setuju dengan keputusan WHO, namun beberapa lainnya tidak setuju.
Menurut beberapa orang, bermain video game juga memiliki sisi positif. Contohnya seperti dijadikan sebagai terapi mencegah alzheimer, dan meningkatkan fungsi kognitif otak.
Sumber : TheVocket.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya