Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pada saat apakah Anda memutuskan untuk tidur? Saat lelah, mengantuk atau memang ingin tidur saja? Tahukah Anda, tidur dalam Islam bisa bernilai pahala asalkan dikerjakan pada waktu-waktu yang memang dianjurkan.
Tidak hanya itu saja, pemilihan waktu tidur yang tepat juga dapat mendatangkan manfaat bagi kesehatan tubuh. Sebaliknya, tidur pada waktu yang dilarang dapat mendatangkan keburukan pada pelakunya.
Nah, agar tidur yang kita lakukan bernilai pahala, sebaiknya mulai kita kenali waktu-waktu tidur yang dianjurkan dan yang seharusnya dihindari menurut pandangan Islam. Berikut ulasannya.
© Dream
Tidur pada pertengahan siang atau qailulah termasuk tidur yang dianjurkan. Tidur di sini tidak harus tidur secara sunguh-sungguh, tapi bisa saja beristirahat untuk memejamkan mata sejenak dari penatnya rutinitas harian.
Tidur ini bisa dilakukan 20-30 menit sebelum Zuhur atau sesudahnya. Manfaat tidur pada waktu ini sangat banyak, diantaranya meredakan stres, meningkatkan daya ingat, mencegah penyakit jantung dan meningkatkan produktivitas.
Rasulullah SAW bersabda, " Qailulah-lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang. (HR. Abu Nu'aim dalam Ath-Thibb, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1637: isnadnya shahih)
© Dream
Tidur sebelum sholat Isya juga termasuk yang dibenci oleh Rasulullah, karena itu sebaiknya kita tidak melakukannya.
Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu'anhu: " Bahwasannya Rasulullah shallallaahu'alaihi wasallam membenci tidur sebelum sholat Isya dan mengobrol setelahnya." (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647).
Jadi tidak hanya dilarang tidur sebelum sholat Isya, tapi kita juga dilarang mengobrol setelah sholat Isya. Artinya, setelah selesai sholat Isya kita dianjurkan untuk tidur agar bisa kembali terbangun untuk sholat malam.
Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya