Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Bermaksud irit, tetapi malah buang-buang duit. Itulah yang dialami oleh perempuan asal China, Hong Jia.
Perempuan ini bermaksud berhemat dengan memakan mi instan saban hari, dalam kurun tiga minggu. Dia ingin menabung agar bisa berbelanja barang kesayangan dalam hari promo bertajuk 'Single's Day'.
Namun sayang. Keinginannya untuk berbelanja pada pesta diskon itu tak terlaksana. Sebab, dia malah dilarikan ke rumah sakit gara-gara terlalu banyak mengonsumsi mi instan.

Terang saja peristiwa yang dialami Hong Jia ini menarik perhatian warga. Bahkan, odditycentral.com menulis bahwa kisah Hong Jia telah membuat heboh laman berita utama di China pada awal November lalu.
Hing Jia mulai makan mi instan pada 15 Oktober. Sejak itu dia mampu menyimpan uang sebesar 749 yuan atau setara Rp 1.500.000 yang rencanakan akan dia belanjakan pada harbolnas 11 November 2018.
Sayangnya Hong Jia tidak jadi membeli semua barang diskon yang dia inginkan, karena pada harbolnas Jia harus dirawat di rumah sakit.
Dirinya harus membayar lebih 1000 yuan untuk infus dan obat yang harus dia tebus lebih dari 100 yuan. Tabungannya bahkan tidak mencukupi untuk membayar biaya perawatannya.
Pada awalnya, Hong Jia mengaku mengalami demam tinggi, lalu dilarikan ke rumah sakit. Meski tidak diketahui jelas penyakit yang dialaminya. Namun dia yakin hal ini karena dia terus-terusan mengonsumsi mi instan.
Mi instan adalah satu makanan favorit para mahasiswa di China, karena harganya yang murah dan mudah dimasak meskipun bukan termasuk makanan bergizi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya