Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Paula Ray (Metro.co.uk)
Dream - Paula Ray. Perempuan 52 tahun ini mengidap kelainan aneh. Sehingga tak pernah keluar dari kamar rumahnya selama 20 tahun.
Dikutip Dream dari Metro.co.uk, Rabu 23 September 2015, ibu tiga anak ini mengidap Agoraphobia, sebuah ketakutan pada ruang terbuka atau ruang publik.
“ Aku melihat dinding setiap hari, dan aku harus melakukan itu selama 20 tahun. Tak ada seorang pun yang waras akan melakukan itu,” kata Paula.
Oleh karena itulah, dalam dua dekade terakhir, Paula tak pernah menginjakkan kaki di luar pintu rumah. Dia bahkan harus melewatkan pernikahan dua putrinya, dan juga tak pernah menemani cucunya jalan-jalan.
“ Bagi orang lain aku terlihat baik-baik saja, sehingga orang lain tak mengerti itu, sebab mereka tak bisa melihat itu,” tambah Paula.
Kini, Paula menghadapi masalah baru yang lebih suram. Dia terancam diusir dari rumahnya. Sebab, tak mampu membayar pajak kamar.
Paula dan sang suami, David (57), harus membayar pajak kamar sebesar Rp44,8 juta. Jumlah itu dihitung sejak anak-anak mereka tak lagi tinggal bersama di rumah dengan tiga kamar tidur itu.
Selama ini, Paula benar-benar tak menyadari harus membayar pajak tambahan sebesar Rp300 ribu setiap pekan, karena sejak anak-anaknya tak lagi tinggal di rumah itu, kamar yang mereka tinggalkan tak dihuni.
Menurut David, meski anak-anaknya tak lagi tinggal di rumah yang beralamat di Newton Abbot, Devon, Inggris, itu, kamar-kamar yang mereka tinggalkan tetap difungsikan. Dia butuh kamar ekstra, sebab saat malam hari, Paula mengalami kepanikan. Sehingga David harus tidur di kamar lain.
Hal itu juga sudah dijelaskan kepada aparat penagih pajak setempat. Bahkan, mereka juga menggugat keputusan penarikan pajak tambahan ini.
“ Aku memberi tahu mereka kamar itu selalu kami gunakan, tapi mereka mengatakan itu tak ada bedanya sebab dia adalah pengasuh saya,” papar Paula.
Sementara, pemerintah Distrik Teignbridge mengatakan: “ Kami memahami kondisi penggugat. Kami bekerjasama dengan Perumahan Teign untuk memastikan bahwa penggugat memiliki dukungan yang dia butuhkan untuk melanjutkan pembayaran dan sewa.”
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya