Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Mirror.co.uk)
Dream - Pria asal Afrika Selatan, Martin Pistorius, terjebak dalam tubuhnya sendiri selama 12 tahun. Dia tidak bisa berbicara atau bergerak setelah mengalami koma pada usia 12 tahun akibat menderita meningitis.
Pistorius mulai mengalami koma sejak akhir 1980-an. Berkomunikasi atau melakukan sesuatu bahkan untuk keperluannya sendiri pun dia tak mampu.
Kedua orangtuanya, Rodney dan Joan Pistorius, mengurus semua keperluan Pistorius, mulai dari memandikan, memberi makan, hingga merebahkan dia di tempat tidur.
Bahkan mereka merelakan sang anak segera meninggal dunia. Kepada NPR.org, Joan mengingat, suatu hari dia melihat Pistorius dan berkata, " Saya harap kamu meninggal."
Kemudian terjadi keajaiban ketika Pistorius memasuki usia 14 atau 15 tahun. Martin terbangun dari komanya. Namun sayang dia tetap tidak mampu berbicara atau bergerak.
Meski sudah mulai menyadari lingkungan di sekitarnya, Pistorius seperti terjebak dalam tubuhnya karena tidak mampu mengatakan kepada keluarga bahwa dia telah terbangun dari koma.
" Aku di sana dan sadar seperti orang normal lainnya. Tetapi orang-orang di sekitarku merasa seperti aku tidak ada. Realita ini begitu memukul. Aku berpikir akan menghabiskan sisa hidup seperti ini, benar-benar sendirian," kata Pistorius.
Pistorius mengatakan satu-satunya yang bisa dia lakukan adalah 'berpikir'. Namun pikirannya semakin lama semakin kelam hingga dia memutuskan untuk tidak berpikir lagi.
" Aku seperti hanya numpang hidup saja. Aku seperti tenggelam ke tempat yang sangat gelap dan perlahan merasa diriku lenyap."
Namun di usianya yang ke 24, otak Pistorius akhirnya berfungsi lagi. Secara perlahan namun pasti, pria yang kini berusia 39 tahun itu dapat menjalani hidupnya kembali secara normal.
Bahkan, dia menulis kisah hidup tersebut dalam buku berjudul Ghost Boy: My Escape From a Life Locked Inside My Own Body.
(Sumber: Mirror.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya