Anak-anak Salinas (Sumber: Www.telegraph.co.uk)
Dream - Aneh tapi nyata. Di kota Salinas, Republik Dominika para gadis berubah menjadi laki-laki ketika masa pubertas. Setidaknya lebih dari satu persen remaja perempuan di sana berganti kelamin pada usia 12 tahun. Masyarakat setempat menyebut perempuan-perempuan ini sebagai guevedoces.
" Saya ingat, dulu saya mengenakan gaun merah kecil. Sewaktu sekolah dulu, saya biasa diberikan rok. Saya juga diberikan mainan anak perempuan. Tapi saya tidak pernah menggubrisnya, dan lebih memilih bermain dengan anak-anak laki," ujar Johny, pria 24 tahun yang dulunya seorang perempuan.
Fenomena aneh yang terjadi pada kaum perempuan Salinas ini ternyata disebabkan gangguan genetik langka yang disebabkan oleh kehilangan enzim bernama 5-a-reductase, yang menghentikan hormon kuat seks laki-laki.
Seperti dilansir dari Foxnews, gangguan genetik ini biasanya terjadi sekitar 8 minggu dan mengubah tuberkulum, yaitu benjolan kecil di antara kaki bayi dalam kandungan menjadi penis.
Meski memiliki kelainan genetik, para guevedoces di kota ini tak pernah mendapat perlakuan berbeda atau diskriminatif dari masyarakat.
Meskipun mereka cenderung memiliki sedikit rambut wajah dan kelenjar prostat yang lebih kecil, guevedoces di Salinas umumnya dapat hidup sebagai laki-laki normal. Namun dilaporkan, adapula beberapa di antaranya lebih memilih operasi agar tetap menjadi perempuan seutuhnya.
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Depresi Diduga Menghambat Kemampuan Otak Membentuk Sel Saraf Baru